Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan fakta menarik: mencicil rumah subsidi dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ternyata jauh lebih murah daripada membayar sewa bulanan. Pernyataan ini muncul setelah ia berdiskusi langsung dengan para pegawai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang baru saja menerima kunci rumah subsidi mereka.
Fakta tersebut mengemuka saat Maruarar Sirait menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada delapan pegawai Kemendagri di Jakarta, Kamis (7/8). “Tadi saya berdiskusi langsung dengan penerima kunci rumah, ternyata memiliki rumah subsidi lebih mudah dan murah angsurannya ketimbang harus membayar sewa atau mengontrak rumah,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu pegawai yang mendapatkan rumah subsidi hanya membayar cicilan sebesar Rp1,7 juta per bulan. Angka ini jauh lebih ringan dibandingkan biaya sewa rumah yang umumnya berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan.
Kementerian PKP dan Kemendagri telah berkolaborasi dalam Program Rumah untuk Pegawai Kemendagri. Dari total kuota 2.000 rumah subsidi, 1.190 pegawai telah mendaftar dan 50 di antaranya sudah melakukan akad kredit KPR FLPP.
Maruarar juga memuji kinerja Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang dinilai proaktif dalam mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan mempermudah masyarakat memiliki rumah melalui berbagai kebijakan, termasuk dukungan BPHTB dan PBG gratis yang mempercepat proses kepemilikan rumah.
“Ini bentuk kerjasama luar biasa yang tidak mungkin terwujud tanpa pengawasan ketat dari Mendagri,” katanya. Sinergi antara dua kementerian ini diharapkan bisa terus mempermudah akses kepemilikan rumah, khususnya bagi para aparatur sipil negara (ASN) yang belum memiliki tempat tinggal. *R104






