--- / --- 00:00 WITA
Daerah  

Gibran Turun Tangan, Awasi BSU di Lombok

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pos Indonesia di Jalan Sriwijaya, Punia, Mataram, untuk meninjau langsung proses penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025. Ia didampingi oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dalam rangka memastikan bantuan pemerintah tersebut tersalurkan secara tepat sasaran dan tanpa hambatan (Foto: Dok Kemnaker)

Lokapalanews.id | Mataram – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun langsung ke lapangan untuk memastikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 tersalurkan tanpa hambatan dan tepat sasaran. Kunjungan kerja kali ini dilakukan di Kantor Pos Indonesia di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (5/8/2025).

Bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Gibran berdialog langsung dengan para penerima bantuan. Gibran menekankan agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif dan keluarga.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Ia secara tegas mewanti-wanti penerima BSU agar tidak menggunakan uang bantuan untuk hal-hal yang merugikan. “Saya ingatkan berkali-kali, jangan dipakai untuk judol (judi online). Gunakan bantuan ini untuk kebutuhan yang benar,” ujar Gibran.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian monitoring nasional BSU 2025 yang telah dilakukan Gibran di sejumlah daerah. Sebelumnya, Gibran juga telah meninjau penyaluran BSU di Tangerang, Jakarta, Boyolali, dan Pekanbaru.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, hingga 1 Agustus 2025, BSU 2025 sudah disalurkan kepada 14,95 juta pekerja. Angka tersebut mencakup 93,79% dari total 15,9 juta penerima secara nasional.

Khusus di NTB, penyaluran BSU telah mencapai 93,80%, atau 126.298 pekerja telah menerima bantuan. Program BSU ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah untuk menjaga daya beli pekerja di tengah tekanan ekonomi.

Yassierli menambahkan, pengawasan ketat dan transparan akan terus dilakukan untuk memastikan program ini berjalan efektif. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Baca juga:  Kemenpar Perkuat Bisnis Pariwisata RI-Korea Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *