Lokapalanews.id | Badung – Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung mencatat laju inflasi bulanan sebesar 0,69 persen sepanjang Juni 2026. Angka ini merefleksikan dinamika harga komoditas pokok di pasar daerah setempat selama satu bulan terakhir. Secara akumulatif, inflasi tahun berjalan sejak awal tahun 2026 kini telah mencapai 1,52 persen.
Indeks Harga Konsumen di wilayah Badung per Juni 2026 berada pada angka 110,18. Jika ditarik perbandingan secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 2,80 persen. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga pada sebelas kelompok pengeluaran masyarakat sepanjang periode tersebut.
Kelompok transportasi mencatatkan kenaikan indeks harga tertinggi dengan angka 9,61 persen. Sektor makanan, minuman, dan tembakau menyusul dengan peningkatan sebesar 3,20 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki juga berkontribusi pada inflasi tahunan dengan kenaikan sebesar 2,88 persen.
Pada skala bulanan, beberapa komoditas menjadi pendorong utama kenaikan harga di pasar lokal. Harga bensin dan bawang putih menjadi penyumbang signifikan, disusul bawang merah dan perangkat telepon seluler. Kebutuhan ritual seperti canang sari serta aneka sayur dan buah juga terpantau merangkak naik.
Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan sehingga menahan laju inflasi lebih tinggi. Harga daging ayam ras, ikan tongkol, ikan cakalang, serta tauge mengalami penurunan. Begitu pula dengan tarif angkutan udara, sawi hijau, dan cabai yang harganya cenderung melandai di pasar.
Dalam tinjauan inflasi tahunan, kenaikan harga bensin, cabai rawit, dan bawang merah menjadi penekan daya beli masyarakat. Tarif parkir dan jasa pemeliharaan kendaraan turut menyumbang tren inflasi tahunan di Kabupaten Badung. Minyak goreng dan rokok juga masuk dalam daftar komoditas yang mengalami kenaikan harga konsisten.
Sebaliknya, beberapa komoditas justru bertindak sebagai peredam inflasi tahunan di Badung. Harga daging babi, tomat, beras, dan sawi hijau tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah kebutuhan rumah tangga dan barang perawatan pribadi turut menjaga stabilitas indeks harga.
Pemerintah daerah saat ini tengah memantau fluktuasi harga komoditas pangan guna menjaga stabilitas ekonomi wilayah. Tekanan dari sektor transportasi dan pangan menjadi fokus evaluasi agar inflasi tidak terus melambung. Harapannya, keseimbangan harga tetap terjaga demi keberlangsungan konsumsi rumah tangga di Kabupaten Badung. *R102







