--- / --- 00:00 WITA

Integrasi Sistem Pendidikan Nasional dalam Pusaran RUU Sisdiknas

Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco,

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong penguatan satu sistem pendidikan nasional melalui RUU Sisdiknas. Pemerintah menargetkan keselarasan tata kelola pendidikan agar lebih akuntabel dan efisien. Langkah ini tetap menjamin karakteristik khusus setiap kementerian dan lembaga tetap terjaga.

Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI. Pertemuan lintas kementerian berlangsung di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026. Pemerintah menekankan pentingnya kerangka mutual dalam penyelenggaraan pendidikan nasional ke depan.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa prinsip satu sistem pendidikan tidak akan menghilangkan keunikan lembaga. Perguruan tinggi keagamaan serta pendidikan kedinasan tetap mendapatkan ruang untuk berinovasi. Namun, batasan kewenangan harus dipertegas demi menjaga harmoni tata kelola pendidikan secara nasional.

Pemerintah menolak anggapan bahwa kekhususan kelembagaan menjadi celah penurunan standar kualitas pendidikan. Standar nasional yang setara wajib berlaku bagi seluruh institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Baik perguruan tinggi negeri, swasta, maupun pendidikan profesi harus memenuhi parameter mutu yang sama.

Perguruan tinggi diarahkan berperan sebagai platform utama penyedia kebutuhan sumber daya manusia nasional. Kemdiktisaintek menyarankan kementerian sektoral berkolaborasi menyusun kurikulum alih-alih mendirikan program studi baru. Strategi ini diambil guna menghindari duplikasi kelembagaan yang berpotensi membebani anggaran dan efektivitas pendidikan.

Masa Depan SMA Unggul Garuda sebagai Agenda Strategis

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, memaparkan urgensi legalitas SMA Unggul Garuda. Program ini memerlukan payung hukum kuat dalam RUU agar tetap berkelanjutan melampaui siklus pemerintahan. Fokus utamanya adalah pemerataan akses pendidikan bagi talenta terbaik dari berbagai pelosok daerah.

Baca juga:  Cegah Salah Jurusan, BINUS Bekasi Bantu Orang Tua Hadapi Dilema Biaya & Karir

Pembangunan empat SMA Unggul Garuda kini berlangsung di Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara. Kegiatan belajar mengajar di empat lokasi tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2026. Pemerintah telah menyelesaikan rekrutmen tenaga pendidik untuk mendukung kesiapan operasional sekolah tersebut.

Selain pembangunan fisik, Kemdiktisaintek melanjutkan program SMA Garuda Transformasi yang menyasar sekolah-sekolah di berbagai daerah. Sebanyak 30 sekolah telah terlibat dalam program tersebut sepanjang tahun 2026 ini. Pemerintah menargetkan perluasan cakupan program hingga mencapai 80 sekolah pada tahun 2029 mendatang.

Inisiatif ini bertujuan memperkuat manajemen sekolah serta kompetensi guru dalam pengembangan bidang sains. Pendampingan siswa untuk akses ke perguruan tinggi global menjadi bagian dari strategi besar tersebut. Seluruh rangkaian upaya ini diproyeksikan sebagai motor penggerak menuju target Indonesia Emas 2045. *R104

👁️ 4.071 pembaca
Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."