--- / --- 00:00 WITA
Ekbis  

Kemenperin Jamin Layanan Industri Tetap Prima

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko S.A. Cahyanto menekankan pentingnya digitalisasi dalam mendukung pola kerja fleksibel ASN demi pelayanan publik yang prima.

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan seluruh layanan publik bagi pelaku usaha dan masyarakat tetap berjalan optimal meskipun instansi mulai mengadopsi pola kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini merupakan respons cepat terhadap transformasi tata kelola pemerintahan yang mengedepankan efektivitas berbasis teknologi.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto, menegaskan bahwa penerapan skema Work From Home (WFH) maupun Work From Anywhere (WFA) bukan merupakan indikasi penurunan kinerja. Sebaliknya, kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026 yang bertujuan mengakselerasi produktivitas pegawai melalui pendekatan hasil kerja atau output-based.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh unit kerja agar tetap beroperasi sesuai dengan Standar Pelayanan (SP) dan Maklumat Pelayanan yang berlaku. Dengan demikian, pemangku kepentingan di sektor manufaktur dan industri nasional tidak akan menemui hambatan teknis maupun administratif dalam mengurus perizinan atau layanan teknis lainnya.

Guna menjaga konsistensi kualitas tersebut, Kemenperin mengandalkan digitalisasi sebagai pilar utama. Pemanfaatan platform digital kini dioptimalkan tidak hanya untuk koordinasi internal, tetapi juga dalam penyelenggaraan layanan publik teknis. Digitalisasi memungkinkan proses kerja menjadi lebih terintegrasi, cepat, dan transparan, sehingga setiap unit kerja dapat merespons dinamika kebutuhan dunia industri secara real-time.

Selain aspek layanan, Kemenperin memperketat sistem monitoring dan evaluasi kinerja berbasis data secara berkala. Mekanisme ini memastikan bahwa setiap ASN tetap akuntabel meski tidak berada di kantor secara fisik. Pengawasan digital dilakukan untuk menjamin bahwa target-target strategis sektor industri tetap tercapai sesuai dengan lini masa yang telah ditetapkan.

Baca juga:  Membangun Budaya Perawatan Aset yang Efektif & Efisien

Transformasi pola kerja ini juga membawa dampak positif terhadap efisiensi anggaran negara. Seiring dengan penerapan skema fleksibel, Kemenperin meluncurkan gerakan hemat energi di lingkungan perkantoran. Pengendalian operasional terhadap penggunaan listrik, air, dan fasilitas pendukung lainnya dilakukan secara ketat untuk menekan pemborosan.

Langkah efisiensi energi ini sejalan dengan komitmen besar kementerian dalam mendukung agenda industri hijau dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dengan mengurangi beban operasional fisik gedung, Kemenperin secara tidak langsung mempraktikkan manajemen kantor yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Eko menambahkan bahwa model kerja modern ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing birokrasi Indonesia. Melalui tata kelola yang lincah dan berdaya saing, Kemenperin optimistis iklim investasi di tanah air akan tetap terjaga. Pelayanan yang responsif dan tidak kaku menjadi kunci utama dalam mendukung produktivitas sektor manufaktur nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Pemerintah berharap model kerja baru ini menjadi standar baru dalam pelayanan publik yang efisien dan tidak birokratis. Kemenperin berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi memberikan kemudahan maksimal bagi para pelaku usaha, sehingga sektor industri tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi nasional. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."