Lokapalanews.id | Malang – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik strategis di Malang dan Kota Batu guna memastikan kesiapan destinasi menyambut lonjakan kunjungan pada libur panjang Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026. Peninjauan yang dilakukan pada Rabu, 11 Maret 2026, ini menyasar fasilitas transportasi, kawasan konservasi alam, hingga taman rekreasi modern untuk menjamin standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.
Langkah ini merupakan komitmen Kementerian Pariwisata dalam mengawal implementasi protokol keselamatan di lapangan. Bersama perwakilan pemerintah daerah, Wamenpar mengevaluasi secara detail mulai dari pelayanan publik, ketersediaan fasilitas kesehatan, sanitasi, hingga koordinasi keamanan terpadu di setiap lokasi yang dikunjungi.
Titik awal peninjauan dimulai dari Bandara Abdulrachman Saleh, Malang. Wamenpar mengecek langsung fasilitas health quarantine check, ruang laktasi, serta posko keamanan Lebaran 2026. Ia memberikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara pengelola bandara dengan Dinas Pariwisata setempat dalam menyambut pergerakan wisatawan nusantara maupun mancanegara yang diprediksi akan meningkat signifikan melalui pintu masuk udara ini.
Fokus peninjauan kemudian bergeser ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Mengingat kawasan ini diprediksi akan menerima sedikitnya 5.000 wisatawan pada masa liburan, Wamenpar menekankan pentingnya mekanisme operasional yang detail. Aspek yang menjadi perhatian meliputi keamanan jalur akses, ketersediaan tenaga medis, ambulans, hingga kewajiban ramp check berkala bagi jip wisata oleh Dinas Perhubungan.
Wamenpar menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar TNBTS atas persiapan sarana pendukung dan penambahan personel keamanan. Kelancaran aktivitas di kawasan minat khusus ini dinilai menjadi tanggung jawab bersama lintas pemerintah daerah yang bersinggungan langsung dengan kawasan Bromo guna menghadirkan pengalaman wisata yang aman dan berkesan.
Selain wisata alam, sektor taman bermain juga menjadi perhatian khusus kementerian. Di Jatim Park 3, Wamenpar meninjau standar keselamatan wahana permainan di area populer seperti Dino Park dan Museum Musik Dunia. Pengecekan kondisi wahana secara berkala menjadi syarat mutlak, mengingat taman rekreasi merupakan destinasi favorit keluarga saat libur panjang. Fasilitas darurat seperti jalur evakuasi dan klinik pertolongan pertama juga dipastikan dalam kondisi siap pakai.
Menutup rangkaian kunjungannya, Wamenpar menegaskan pentingnya sinergi antara pengelola destinasi dengan aparat TNI dan Polri. Koordinasi lintas instansi sangat diperlukan untuk mengantisipasi potensi kerawanan serta memastikan implementasi Surat Edaran Menteri Pariwisata terkait penyelenggaraan libur nasional yang aman dan menyenangkan berjalan optimal di tingkat daerah.
Wamenpar juga mengimbau calon wisatawan untuk proaktif memperbarui informasi melalui saluran resmi pengelola destinasi, terutama terkait ketersediaan tiket dan rekayasa lalu lintas. Kesiapan ekosistem pariwisata di Jawa Timur ini diharapkan menjadi standar bagi destinasi lain di Indonesia dalam menghadapi musim puncak kunjungan tahun ini. *R106






