Lokapalanews.id | Denpasar – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan pariwisata nasional dengan mendengar langsung aspirasi para pelaku usaha di Bali. Dalam pertemuan yang digelar di Poltekpar Bali, Jumat (13/2/2026), Wapres bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman berdialog dengan 74 perwakilan asosiasi dan pemerintah daerah. Fokus utama pertemuan ini adalah mencari solusi konkret atas kendala infrastruktur, penanganan sampah, hingga upaya meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia agar mampu mengungguli negara-negara tetangga.
Bali dinilai memiliki peran krusial sebagai wajah utama Indonesia di mata internasional, mengingat hampir 45 persen dari total 15 juta wisatawan mancanegara masuk melalui pintu Pulau Dewata. Wapres Gibran menekankan pentingnya menjaga kesan pertama wisatawan saat tiba di Indonesia. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk segera menindaklanjuti isu-isu krusial seperti masalah ketersediaan air bersih, sertifikasi kompetensi, kesejahteraan hewan (animal welfare), hingga penyederhanaan perizinan guna mencapai target kunjungan yang lebih tinggi.
Salah satu poin tajam yang dibahas adalah penanganan sampah yang kerap menjadi keluhan utama di destinasi wisata. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan instalasi pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy (WtE) di tiga wilayah. Bali dijadwalkan memulai proses ini pada Maret 2026. Sehubungan dengan rencana tersebut, Menpar secara khusus meminta Gubernur Bali untuk tidak menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung hingga sistem WtE benar-benar beroperasi secara optimal.
Terkait keluhan tingginya harga tiket pesawat domestik yang menghambat pergerakan wisatawan, pemerintah telah menetapkan langkah intervensi. Saat ini, telah tersedia insentif berupa diskon tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 17 hingga 18 persen. Selain transportasi udara, kebijakan pendukung juga mencakup diskon tiket kereta api dan kapal laut masing-masing sebesar 30 persen, serta pembebasan tarif jasa pelabuhan angkutan penyeberangan untuk merangsang mobilitas wisatawan antarwilayah.
Wapres Gibran juga menyoroti pentingnya pemanfaatan momentum emas libur panjang pada Kuartal I 2026, mulai dari sisa dampak Nataru, Imlek, hingga masa menjelang Lebaran dan libur sekolah. Pemerintah menargetkan adanya peningkatan keselamatan wisata melalui pelatihan dan identifikasi kompetensi yang lebih ketat guna menjamin kenyamanan pelancong. Seluruh masukan dari pelaku usaha akan dikoordinasikan secara lintas kementerian agar menghasilkan kebijakan yang komprehensif.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menambahkan bahwa penguatan pariwisata tidak terlepas dari peran pelaku usaha kecil yang menjadi pendukung ekosistem destinasi. Sinergi antara pusat dan daerah dalam memberdayakan UMKM di kawasan wisata diharapkan mampu menciptakan pariwisata yang tidak hanya maju secara angka, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Pertemuan ini ditutup dengan penegasan bahwa negara hadir untuk memberikan solusi atas tantangan sektoral yang ada. Dengan koordinasi yang lebih solid, pemerintah optimistis sektor pariwisata akan tetap menjadi motor penggerak ekonomi nasional di tengah persaingan ketat pasar pariwisata global. Peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur menjadi syarat mutlak agar Bali dan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas lainnya tetap menjadi pilihan utama wisatawan dunia. *R106






