--- / --- 00:00 WITA
Daerah  

Misteri Tewasnya Kelian Banjar di Desa Rendang

Lokapalanews.id | Warga Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pejabat desa setempat pada Minggu pagi, 28 Desember 2025. Korban yang diketahui berinisial WS, menjabat sebagai Kelian Banjar Dinas, ditemukan tak bernyawa di area rumahnya secara mendadak.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istri korban sekitar pukul 05.40 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan tersebut bermula saat sang istri hendak menjalankan aktivitas pagi untuk membeli ayam.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula pada pukul 05.00 WITA, di mana saksi (istri korban) mengaku masih melihat suaminya tertidur di kamar. Selang 15 menit kemudian, yakni pukul 05.15 WITA, saksi bangun dan menuju kamar kecil untuk buang air kecil. Saat itu, korban dilaporkan masih berada di tempat tidur.

Namun, hanya berselang lima menit kemudian, saat saksi kembali dari kamar kecil, WS sudah tidak terlihat di dalam kamar. Istri korban awalnya tidak menaruh curiga dan melanjutkan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Kecurigaan baru muncul pada pukul 05.40 WITA. Saat itu, saksi dipanggil oleh mertuanya untuk pergi membeli ayam. Ketika saksi hendak menaiki sepeda motor, ia justru menemukan suaminya sudah dalam kondisi tidak bergerak dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Hasil Olah TKP dan Pemeriksaan Medis

Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Rendang segera turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kanit Reskrim Polsek Rendang, Iptu I Nyoman Suartha Adhi Putra, mengonfirmasi temuan tersebut mewakili Kapolsek Rendang, Kompol I Made Berata.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis dari UPTD Puskesmas Rendang, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum ditemukan,” ujar Suartha dalam keterangannya, Minggu (28/12).

Baca juga:  BRI Social Activity, 700 Paket Sembako Untuk Masyarakat Denpasar

Terkait indikasi tindak kekerasan, Suartha menegaskan bahwa pemeriksaan medis awal menunjukkan hasil nihil. “Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada mayat korban,” tambahnya.

Meski tidak ditemukan tanda kekerasan fisik, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian WS. Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mendalami latar belakang kondisi kesehatan korban atau faktor lain yang memicu kematian mendadak tersebut.

Kasus ini menambah daftar peristiwa kematian mendadak yang terjadi di wilayah Bali dalam sepekan terakhir. Jenazah korban saat ini telah ditangani oleh pihak keluarga untuk prosesi adat lebih lanjut, sementara kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi tambahan di lokasi kejadian. *R105

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."