--- / --- 00:00 WITA
Ragam  

InJourney Hospitality dan Unud Riset Taman Etnobotani Sanur

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, dan Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana, saat menunjukkan naskah kerja sama kolaborasi riset di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali.

Lokapalanews.id | PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) resmi menjalin kolaborasi riset dengan Universitas Udayana (Unud) untuk mengembangkan Ethnobotanical Garden di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat posisi kawasan berjuluk “The Sanur” tersebut sebagai destinasi kesehatan dan kebugaran kelas dunia.

Kolaborasi ini mencakup penelitian multidisiplin di lahan seluas 4,9 hektare, mulai dari konservasi tanaman, biodiversitas, hingga riset kesehatan berbasis alam (nature-based healing). Melalui sinergi ini, Universitas Udayana akan mengkaji pemanfaatan tanaman obat yang mengacu pada kearifan lokal Nusantara, khususnya naskah kuno Taru Pramana yang mencatat 202 jenis tanaman herbal.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menyatakan bahwa riset menjadi fondasi utama dalam pengembangan The Sanur. “Kami mendorong pengembangan living laboratory yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal. Sinergi ini penting untuk menghadirkan kawasan yang inovatif dan berdaya saing global,” ujarnya.

Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung pada pembangunan nasional. Universitas akan berperan aktif dalam mengkurasi koleksi tanaman guna memberikan nilai tambah bagi ekosistem pariwisata kesehatan di Indonesia.

Ethnobotanical Garden dirancang sebagai paru-paru kawasan yang mengintegrasikan fungsi edukasi dan relaksasi bagi pasien maupun pengunjung. Taman ini dilengkapi fasilitas wellness seperti yoga, meditasi, dan pengobatan spiritual yang mendukung percepatan pemulihan pasien di fasilitas medis internasional KEK Sanur. Proyek yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025 ini juga mengusung prinsip keberlanjutan demi mendukung target Net Zero Emission 2060. *R104