Lokapalanews.id | Medan – Siasat licik jaringan penyelundup narkotika internasional lewat jalur laut akhirnya terbongkar. Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto membeberkan modus para pelaku yang berulang kali mengubah nama kapal demi meloloskan muatan haram dari endusan petugas.
Modus tersebut terkuak saat tim gabungan menyergap kapal tanker MT Global 168 di Perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, pada Jumat (23/10). Dari dalam kapal berbendera Mongolia itu, aparat menyita barang bukti 1,16 ton ketamin.
“Nah, inilah salah satu strategi para penyelundup, selalu merubah-rubah nama kapal,” kata Suyudi saat menggelar konferensi pers di Medan.
Pergerakan kapal ini semula memicu kecurigaan saat melintas di sepanjang Selat Malaka hingga Laut Andaman. Menyadari adanya kejanggalan, tim gabungan yang terdiri dari BNN, Bea Cukai, dan Polri melancarkan operasi senyap hingga berhasil mencegat kapal tersebut.
Meski memasang bendera Mongolia, penelusuran petugas memastikan kapal tanker itu sejatinya bergerak dari wilayah Malaysia.
“Jadi benderanya Mongolia, tapi kapalnya dari Malaysia,” ujar Suyudi menegaskan.
Berdasarkan identifikasi riwayat pelayaran, kapal berjenis tanker buatan tahun 1993 tersebut memiliki nomor IMO 9078787, MMSI 4576155, serta Call Sign JWM8. Kapal yang tercatat atas nama perusahaan Makmur Marine Petroleum ini sebelumnya terdeteksi pernah beroperasi memakai nama Sulosio Maru No. 08.
Secara teknis, kapal tanker ini berukuran panjang sekitar 57 meter, lebar 9,02 meter, dengan gross tonnage (GT) 370 dan daya angkut deadweight tonnage (DWT) berkisar 726 hingga 776 ton.
Sinergi antarlembaga ini menjadi pukulan telak bagi jaringan peredaran gelap narkotika laut. Kepolisian bersama BNN dan Bea Cukai kini memperketat pengawasan perairan guna memutus rantai pasokan obat-obatan terlarang yang masuk ke wilayah Indonesia. *R103






