Lokapalanews.id | Jakarta – Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sektor pariwisata Indonesia mencatatkan kinerja positif. Kemenpar mencatat kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional 2025 menembus 4,78 persen atau senilai Rp1.138,90 triliun, disusul raihan devisa sebesar 18,27 miliar dolar AS.
Raihan devisa yang setara Rp305,47 triliun tersebut melesat 9,41 persen ketimbang tahun sebelumnya.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, arah pembangunan kini berorientasi pada pemerataan ekonomi daerah ketimbang sekadar mengejar angka kunjungan semata.
“Dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2025 menjadi salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia dan momentum itu berlanjut hingga 2026,” ujar Widiyanti di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Lonjakan turis berimbas langsung pada pergerakan ekonomi akar rumput. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan mancanegara menyentuh 15,39 juta jiwa, sedangkan wisatawan nusantara memecahkan rekor 1,2 miliar perjalanan. Tren berlanjut hingga Agustus 2026 dengan 10,58 juta kunjungan wisman dan 842,15 juta perjalanan wisnus.
Imbasnya masif. Sektor ini menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada 2025.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa membeberkan bahwa lebih dari 95 persen usaha pariwisata digerakkan oleh UMKM. Rata-rata belanja wisman pada semester I 2026 naik 6,36 persen menjadi 1.313 dolar AS atau Rp22,59 juta per kedatangan. Penyelenggaraan 354 event nasional maupun internasional turut mengocok perputaran uang hingga Rp45,9 triliun dari 23,91 juta pengunjung.
Pemerataan destinasi juga menunjukkan sinyal positif. Pertumbuhan kunjungan wisnus tertinggi dicatatkan kawasan Danau Toba sebesar 106,68 persen, disusul Lombok-Gili Tramena yang melonjak 75,45 persen. Dari sisi investasi, sektor ini menjaring modal Rp73,56 triliun sepanjang 2025 serta Rp39,68 triliun pada semester I 2026. *R102






