Lokapalanews.id | Jakarta – Bank Indonesia mencatat Uang Primer atau M0 Adjusted pada Mei 2026 tumbuh sebesar 14,2 persen secara tahunan. Capaian tersebut melanjutkan tren pertumbuhan bulan sebelumnya yang berada pada angka 14,3 persen.
Total nilai uang primer pada periode Mei 2026 tercatat sebesar Rp2.214,6 triliun. Angka ini mencerminkan dinamika likuiditas yang telah disesuaikan dengan dampak pemberian insentif moneter dari otoritas terkait.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro bank umum di Bank Indonesia yang tumbuh 17,4 persen. Selain itu, uang kartal yang beredar di masyarakat tercatat mengalami kenaikan sebesar 15,8 persen.
Bank Indonesia menjelaskan bahwa perhitungan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas atau pengendalian moneter. Penyesuaian perhitungan ini dilakukan sejak Januari 2025 untuk memberikan gambaran akurat mengenai perkembangan uang primer.
Metode tersebut dirancang guna mengisolasi dampak penurunan giro bank akibat kebijakan insentif likuiditas yang dijalankan bank sentral. Data statistik lengkap mengenai perkembangan uang primer tersebut dapat diakses melalui portal resmi Bank Indonesia. *R102






