--- / --- 00:00 WITA

Kapolri: Pemerintah Perkuat Diplomasi dan Kemandirian Ekonomi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Ramadan bersama DPD KSPSI Jawa Barat. Dalam arahannya, Kapolri menekankan pentingnya kemandirian ekonomi, hilirisasi industri, serta peran aktif diplomasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia di tengah konflik Timur Tengah.

Lokapalanews.id | Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan strategi Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas perdamaian serta ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya tensi konflik global. Dalam sambutannya pada acara Silaturahmi Ramadan bersama DPD KSPSI Jawa Barat di PT NOK, Jumat (6/3/2026) sore, Kapolri menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai negara non-blok menjadi modal kuat dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Situasi geopolitik dunia saat ini tengah menghadapi ketidakpastian tinggi akibat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, serta Israel. Menanggapi fenomena tersebut, Jenderal Sigit menyatakan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan terus menempuh berbagai langkah diplomasi internasional untuk meredam ketegangan serta mendorong terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“Tentunya saya sampaikan kepada rekan-rekan semua bagaimana pemerintah terus berusaha untuk bekerja keras sebagai negara non-blok untuk melaksanakan politik bebas dan aktif,” ujar Sigit. Ia menambahkan bahwa salah satu fokus utama diplomasi Indonesia adalah berperan aktif dalam mengupayakan perdamaian antara Palestina dan Israel melalui usulan solusi dua negara atau two-state solution.

Selain peran di panggung diplomasi perdamaian, pemerintah juga menitikberatkan perhatian pada sektor ekonomi guna melindungi kepentingan nasional dari dampak gejolak global. Kapolri mengungkapkan bahwa pemerintah tengah intens melakukan negosiasi perdagangan, khususnya dengan Amerika Serikat, untuk meringankan beban biaya ekspor Indonesia melalui penurunan tarif.

Upaya negosiasi tersebut menunjukkan hasil signifikan, di mana besaran tarif yang dikenakan Amerika Serikat terhadap produk Indonesia berhasil ditekan. Dari angka semula sebesar 32 persen, kini tarif tersebut turun menjadi 19 persen. Penurunan tarif ini diharapkan mampu menjaga daya saing produk lokal di pasar internasional serta memperkuat cadangan devisa negara.

Langkah strategis lainnya yang ditekankan oleh Kapolri adalah percepatan program hilirisasi industri. Pemerintah berkomitmen mendorong hilirisasi di berbagai sektor mulai dari industri otomotif, pengembangan baterai kendaraan listrik, hingga peningkatan kapasitas produksi atau lifting minyak bumi. Hilirisasi dinilai sebagai kunci utama untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri dan memperkuat struktur ekonomi nasional.

Baca juga:  Mentan Pastikan Stok Beras Aman 11 Bulan

“Ke depan, pemerintah juga akan mendorong hilirisasi di berbagai macam industri untuk meningkatkan perekonomian. Mulai dari industri otomotif, baterai listrik, hingga lifting minyak,” jelas Jenderal Sigit. Strategi ini selaras dengan program Asta Cita yang dicanangkan pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan dan energi agar Indonesia tidak bergantung pada pasokan dari negara lain.

Sigit menegaskan bahwa berbagai program dalam Asta Cita dirancang agar Indonesia tetap tangguh dalam menghadapi tekanan ekonomi maupun pertarungan geopolitik global. Menurutnya, kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) adalah keharusan dalam situasi dunia yang penuh tantangan seperti saat ini.

“Dalam situasi global seperti saat ini, mau tidak mau Indonesia harus bisa mandiri, harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Oleh karena itu, kita harus bisa mengelola seluruh sumber daya alam yang kita miliki untuk kemudian betul-betul kita manfaatkan untuk masyarakat kita,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga memberikan pesan khusus kepada kelompok buruh. Ia meminta agar elemen buruh dapat bersatu menjaga iklim investasi di Indonesia agar tetap kondusif bagi pertumbuhan ekonomi. Persatuan antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja dianggap sebagai pondasi penting agar Indonesia tetap kompetitif di mata investor global.

Terakhir, Jenderal Sigit mengimbau para buruh untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Hal ini penting agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing yang kuat dan tidak kalah dengan tenaga kerja dari luar negeri, terutama dalam mendukung program-program hilirisasi industri yang membutuhkan keahlian tinggi.

“Sehingga ketika ada program-program yang terkait dengan masalah hilirisasi, kualitas SDM kita harus siap. Buruh-buruh kita tidak boleh kalah dengan negara lain, karena ini adalah bagian dari kompetisi global,” pungkasnya. *R105

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."