Lokapalanews.id | Jakarta – Polda Metro Jaya melaporkan telah menerima sebanyak 74.013 laporan polisi sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut merepresentasikan sekitar 16 persen dari total seluruh laporan kriminalitas yang tercatat secara nasional di Indonesia.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, menyatakan bahwa tingginya angka laporan tersebut menempatkan Polda Metro Jaya sebagai salah satu kepolisian daerah dengan volume perkara tertinggi di tanah air. Selain menangani laporan kejahatan, otoritas kepolisian di Jakarta juga memfokuskan sumber daya pada pengamanan aksi penyampaian aspirasi di muka umum.
Dalam paparannya, Irjen Pol. Asep menjelaskan bahwa terdapat pergeseran modus operandi kejahatan yang menjadi tantangan bagi tim penyidik. Untuk kategori Direktorat Reserse Kriminal Umum, tercatat sebanyak 2.425 perkara yang telah ditangani dalam periode satu tahun terakhir.
Sektor narkotika masih mencatatkan angka yang signifikan dengan total 7.426 perkara. Dari ribuan kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tersebut, pihak kepolisian menetapkan 9.494 orang sebagai tersangka.
Sementara itu, di ranah kejahatan dunia maya, kepolisian menangani 2.625 laporan. Kasus-kasus tersebut didominasi oleh modus penipuan daring, akses ilegal, serta praktik perjudian online. Fenomena ini menunjukkan adanya perkembangan dinamika kejahatan yang mengikuti tren teknologi digital di masyarakat.
Polda Metro Jaya menyatakan bahwa penanganan puluhan ribu perkara ini merupakan upaya untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya. Fokus utama kepolisian adalah menyeimbangkan perlindungan hak warga negara dalam berpendapat dengan penegakan hukum terhadap tindak kriminalitas yang kian beragam. *R103






