Lokapalanews.id | Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menyoroti efektivitas penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Irma meragukan minat siswa untuk mendatangi sekolah hanya demi mengambil jatah makanan, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari lokasi pendidikan. Ia menegaskan bahwa kelanjutan program di masa libur sepenuhnya menjadi tanggung jawab teknis dan logistik Badan Gizi Nasional (BGN).
Politisi Fraksi Partai NasDem ini menyatakan tidak mempersoalkan pelaksanaan program selama masa libur, asalkan BGN mampu menjamin kesiapan di lapangan. Jika secara manajemen logistik dinilai mumpuni tanpa kendala teknis, Irma mempersilakan program tersebut tetap dijalankan demi menjaga asupan gizi penerima manfaat.
Skema Penyaluran dan Logistik BGN
Merespons kekhawatiran tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana memastikan layanan untuk ibu hamil, menyusui, dan balita tetap berjalan normal. Khusus untuk anak sekolah, tiap Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) diwajibkan melakukan inventarisasi data kehadiran siswa. Pada empat hari pertama libur, siswa akan menerima menu siap santap seperti telur, susu, buah, serta abon atau dendeng.
Untuk periode selanjutnya, BGN tengah merancang sistem distribusi berbasis pengantaran (delivery) ke rumah siswa. Skema ini diambil sebagai solusi jika hasil pendataan menunjukkan rendahnya kesediaan siswa datang ke sekolah. Evaluasi frekuensi kedatangan anak ke sekolah atau pengambilan langsung di SPPG menjadi basis penentuan mekanisme pengiriman guna memastikan target sasaran tetap terjangkau selama libur panjang. *R102






