--- / --- 00:00 WITA
Hukum  

Polda Metro Sita 2,7 Ton Narkoba Senilai Rp1,5 Triliun

Wakil Dirresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Dedy Anung Kurniawan menunjukkan statistik pengungkapan narkoba periode Oktober-Desember 2025 di Jakarta, Senin (22/12/2025).

Lokapalanews.id | Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mencatat lonjakan pengungkapan kasus narkotika di wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya. Sepanjang periode Oktober hingga Desember 2025, kepolisian berhasil membongkar 7.406 kasus pidana narkoba dengan total sitaan barang bukti mencapai 2,743 ton.

Peta Tersangka: Dari Produsen Hingga Warga Asing

Dalam operasi selama tiga bulan tersebut, petugas mengamankan 9.874 tersangka. Berdasarkan profil peran, kepolisian menangkap 21 orang produsen, satu bandar besar, 3.425 pengedar, dan 6.427 pengguna. Mayoritas tersangka berjenis kelamin laki-laki sebanyak 9.142 orang, sementara 732 lainnya adalah perempuan, termasuk 56 anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Wakil Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Anung Kurniawan, mengungkapkan adanya keterlibatan jaringan internasional dalam peredaran ini. “Terdapat 51 warga negara asing (WNA) yang ditangkap, berasal dari 16 negara mulai dari Malaysia, China, Amerika Serikat, hingga Mozambik dan Maroko,” ujarnya di Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.

Valuasi Barang Bukti dan Penyelamatan Warga

Komposisi Barang Bukti

Barang bukti yang disita didominasi oleh sabu seberat 767,48 kilogram, disusul ganja 693,86 kilogram, tembakau sintetis (Gorilla) 644,95 kilogram, dan 111.120 butir ekstasi. Total nilai ekonomi dari seluruh barang haram tersebut di pasar gelap diestimasi mencapai Rp1,56 triliun.

Restorative Justice dan Rehabilitasi

Terkait aspek hukum, Polda Metro Jaya menerapkan pendekatan yang berbeda antara pengedar dan pengguna. Sebanyak 35 persen atau 3.447 tersangka menjalani proses peradilan pidana, sementara 65 persen atau 6.427 orang diarahkan melalui mekanisme restorative justice atau rehabilitasi. Operasi ini diklaim berhasil menyelamatkan sekitar 9,6 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika di ibu kota. *R103