Lokapalanews.id | Yogyakarta – Tim Dosen Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) melaksanakan pelatihan penggunaan aplikasi digital untuk pengelolaan administrasi Bank Sampah ASRI di Kelurahan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Senin, 29 September 2025. Kegiatan ini diselenggarakan tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang terdiri dari tiga dosen – Indra Listiawan, Zaidir, dan Andre Kussuma Adiputra – serta satu mahasiswa, Dechinta. Sebanyak 15 pengurus Bank Sampah ASRI RW 10 hadir dalam pelatihan yang berlokasi di Pendopo RW 10 tersebut, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi data melalui sistem digital.

Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif PkM berjudul “Sosialisasi Implementasi Aplikasi Bank Sampah.” Pelatihan berfokus pada pengenalan antarmuka aplikasi, mulai dari cara input data nasabah, pencatatan jenis dan berat sampah, hingga proses transaksi penukaran sampah menjadi poin atau saldo, serta pelaporan administrasi bulanan.
Aplikasi tersebut, dikembangkan dengan pendekatan user-friendly, dirancang untuk memudahkan pengurus bank sampah yang memiliki latar belakang teknologi beragam. Tujuannya adalah memperkuat transparansi data dan mendorong partisipasi warga dalam program pengelolaan sampah berbasis komunitas. Aplikasi digital ini diharapkan dapat menjadikan Bank Sampah ASRI model percontohan pengelolaan sampah berbasis teknologi di wilayah perkotaan.
Salah seorang pengurus Bank Sampah ASRI menyampaikan apresiasi dan harapan tinggi terhadap inovasi ini saat diwawancarai. “Dulu kami mencatat semuanya manual di buku, sering ketinggalan atau salah hitung. Dengan aplikasi ini, semuanya jadi lebih rapi dan cepat. Kami berharap bisa segera menggunakannya secara rutin,” ungkapnya. Wawancara mendalam ini merupakan bagian dari evaluasi partisipatif pada akhir kegiatan untuk memperoleh umpan balik langsung.
Komitmen Pendampingan Berkelanjutan
Kegiatan Unriyo ini terselenggara berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Koordinator Tim PkM Universitas Respati Yogyakarta menegaskan bahwa timnya akan terus memberikan pendampingan berkelanjutan setelah pelatihan teknis. “Kami akan terus memantau penerapan aplikasi ini selama beberapa bulan ke depan, memberikan pendampingan teknis, serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan kinerja bank sampah dan partisipasi warga,” ujarnya.
Universitas Respati Yogyakarta menyatakan komitmennya untuk terus mendorong inovasi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam isu lingkungan, ekonomi sirkular, dan digitalisasi UMKM lingkungan. Keberhasilan implementasi di Bank Sampah ASRI ini diharapkan dapat menjadi pilot project yang dapat direplikasi di bank sampah lain di Indonesia. *R101






