Lokapalanews.id | Jakarta – Pemerintah meluncurkan Paket Ekonomi 2025 yang berfokus pada peningkatan pertumbuhan, investasi, dan penciptaan lapangan kerja. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, paket ini terdiri dari delapan program akselerasi yang akan dimulai tahun 2025. Salah satu program andalan adalah magang bagi 20.000 fresh graduate dengan uang saku setara UMP selama enam bulan, dengan anggaran Rp198 miliar.
Pemerintah juga memperluas relaksasi PPh 21 ditanggung pemerintah (DTP) untuk sektor pariwisata, hotel, restoran, dan kafe, dengan target 552.000 pekerja. Bantuan pangan 10 kg beras akan dilanjutkan pada Oktober dan November, dengan alokasi anggaran Rp7 triliun. Selain itu, pemerintah meluncurkan bantuan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi 731.361 pekerja bukan penerima upah, seperti pengemudi ojek daring dan kurir, dengan potongan iuran 50 persen selama enam bulan.
Untuk mempermudah kepemilikan rumah, pemerintah menurunkan bunga kredit perumahan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja menjadi BI rate +3 persen. Sementara itu, bagi pengembang perumahan, bunga diturunkan menjadi BI rate +4 persen, didukung relaksasi SLIK OJK. Program padat karya tunai juga dilanjutkan, menyasar 609.465 penerima manfaat dengan anggaran Rp5,3 triliun.
Pemerintah juga melanjutkan insentif PPh Final 0,5 persen bagi UMKM hingga 2029, dan insentif PPh 21 DTP untuk industri padat karya dengan target 1,7 juta pekerja. Terakhir, untuk mendorong penyerapan tenaga kerja, pemerintah meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, serta revitalisasi tambak dan perkebunan rakyat yang diperkirakan menciptakan jutaan lapangan kerja baru. *R104






