--- / --- 00:00 WITA
Kolom  

Kampus Sepi, Ijazah Tidak Laku

I Made Suyasa

Lokapalanews.id | Saya kemarin mampir ke sebuah kampus. Gedungnya megah, arsitekturnya modern. Tapi suasananya senyap. Sepi. Bukan seperti kampus, tapi lebih mirip museum. Saya lalu bertanya-tanya, kemana anak-anak muda ini?

Ternyata, anak-anak muda tidak ke kampus lagi. Mereka sudah punya kampus baru: internet. Kampus yang tidak butuh ijazah. Mereka punya profesor baru: YouTuber, influencer, dan content creator. Mereka punya mata kuliah baru: coding, digital marketing, dan bisnis online.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Ini bukan lagi fenomena kecil-kecilan. Ini sudah jadi krisis pendaftar yang mengguncang dunia pendidikan tinggi. Saya cek data-data, hasilnya mengagetkan. Banyak perguruan tinggi swasta (PTS) yang gulung tikar. Di Jawa Timur saja, puluhan PTS sudah tutup atau merger. Padahal, dulu, punya kampus sendiri adalah simbol prestise. Sekarang? Simbol kerugian.

Kenapa? Anak muda sekarang lebih realistis. Mereka sudah tidak lagi percaya pada dogma lama: “Kalau mau sukses, harus kuliah”. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa ijazah tidak lagi jadi tiket emas. Teman mereka yang lulus dengan IPK tinggi malah kesulitan cari kerja. Sementara teman lain yang cuma lulus SMA, tapi jago ngoding atau jualan online, penghasilannya jauh lebih besar.

Kampus-kampus kita masih terperangkap di masa lalu. Mereka masih sibuk dengan teori, bukan praktik. Mereka masih menjual “ijazah”, bukan “keahlian”. Padahal, dunia sudah berubah. Lapangan pekerjaan tidak lagi butuh ahli teori, tapi butuh ahli praktik. Perusahaan tidak lagi butuh orang yang jago menghafal, tapi butuh orang yang jago memecahkan masalah.

Kampus harus sadar. Jangan hanya jadi pabrik ijazah. Jadilah pabrik skill, pabrik inovasi. Kurikulum harus dirombak total. Buang mata kuliah usang yang tidak relevan. Ganti dengan mata kuliah yang dibutuhkan pasar. Dosen-dosen harus keluar dari menara gading. Ajak praktisi, pebisnis, dan profesional untuk mengajar. Jadikan kampus sebagai tempat melahirkan pemimpin masa depan, bukan sekadar pegawai masa kini.

Baca juga:  Yayasan Dharma Susila Rilis Situs Web, Perkuat Transparansi dan Pendidikan Digital

Kalau tidak, kampus-kampus itu akan terus sepi. Sampai akhirnya, hanya akan ada cerita: “Dulu, di sini, pernah ada kampus megah”. *

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *