Lokapalanews.id | Denpasar – Yayasan Bunga Bali kini membuktikan diri tak hanya fokus pada pendidikan, tapi juga kemandirian pangan. Sebanyak 50 kilogram ikan lele dari dua kolam panen perdana, hasil budidaya anak-anak yayasan, menuai pujian dari berbagai pihak.
Inisiatif budidaya lele ini bermula dua bulan lalu, berkat pendampingan rutin dari Forum Komunikasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (FK LKS) dan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar. Anak-anak yayasan terlibat aktif dalam setiap prosesnya.
Hasil panen lele ini tak hanya memenuhi kebutuhan dapur Yayasan Bunga Bali. Lebih dari itu, anak-anak juga dilatih mengolahnya menjadi produk siap jual, seperti Lele Goreng Bumbu Bali yang baru saja diluncurkan.
Kedepannya, pelatihan pengolahan lele akan diperluas, menjangkau ribuan anak-anak yayasan di luar panti. Langkah ini diharapkan menumbuhkan jiwa wirausaha dan kemandirian ekonomi sejak dini.
Sebagai wujud dukungan terhadap ketahanan pangan dan mempererat tali silaturahmi, Yayasan Bunga Bali juga menggelar pelatihan budidaya lele berbasis kelompok bagi lembaga kesejahteraan sosial lainnya.
Acara panen perdana ini diakhiri dengan santap siang bersama, menikmati olahan lezat berbahan dasar lele hasil karya anak-anak Yayasan Bunga Bali. *par






