--- / --- 00:00 WITA

Bali Siaga Ekstrem, Ratusan Warga dan Turis Dievakuasi

Petugas mengevakuasi warga dan wisatawan menggunakan perahu karet saat banjir setinggi 1,5 meter mengepung kawasan pemukiman dan penginapan di Denpasar, Bali, Selasa (24/2/2026).

Lokapalanews.id | Denpasar – Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan mencapai 120 mm per hari memicu gelombang bencana yang mengepung delapan kabupaten/kota di Provinsi Bali hingga Selasa (24/2/2026) petang. Sebanyak 90 titik bencana dilaporkan muncul serentak, memaksa ratusan warga lokal hingga puluhan wisatawan mancanegara dievakuasi menggunakan perahu karet akibat rendaman banjir yang mencapai kedalaman 1,5 meter. Situasi ini menempatkan Pulau Dewata dalam status waspada menyusul lumpuhnya sejumlah akses vital dan ancaman keselamatan jiwa di pemukiman padat penduduk serta kawasan wisata.

Kondisi paling mencekam dilaporkan terjadi di wilayah Denpasar dan Badung, di mana debit air meningkat drastis dalam waktu singkat sehingga memerangkap warga di dalam rumah. Sedikitnya 350 orang sempat dievakuasi oleh petugas gabungan ke titik aman sebelum akhirnya diizinkan kembali ke kediaman masing-masing saat air mulai surut pada sore hari. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Teja, mengungkapkan bahwa sebaran bencana kali ini didominasi oleh banjir yang tercatat di 51 titik. Denpasar menjadi wilayah paling terdampak dengan 46 laporan kejadian, disusul oleh Kabupaten Badung dan Karangasem yang juga melaporkan kenaikan volume air signifikan.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Teja menegaskan bahwa fokus utama otoritas saat ini adalah menjamin keselamatan warga di tengah cuaca yang tidak menentu. Meskipun terdapat evakuasi besar-besaran terhadap 350 warga, BPBD memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka akibat rentetan bencana tersebut. Namun, kerugian material diprediksi mencapai angka yang besar mengingat banyaknya bangunan dan infrastruktur publik yang terdampak langsung oleh terjangan air dan angin kencang.

Selain pemukiman warga, kawasan ikonik Sanur yang biasanya menjadi pusat ketenangan pariwisata turut berubah menjadi zona darurat sejak Selasa pagi. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak dini hari memicu banjir bandang di Sanur Kauh dan Sanur Kaja dengan ketinggian air setinggi dada orang dewasa. Tim SAR gabungan bersama BPBD Kota Denpasar harus menyisir penginapan dan vila untuk menjemput 20 wisatawan mancanegara yang terisolasi di lantai dua bangunan mereka. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena para pelancong terpaksa meninggalkan barang bawaan mereka demi prioritas keselamatan menuju posko darurat atau hotel mitra yang tidak terdampak.

Baca juga:  Kapolri Klaim Kinerja Polri 2025 Capai 91,54 Persen

Bencana di kawasan Sanur ini disinyalir terjadi akibat kombinasi curah hujan ekstrem dan buruknya sistem drainase yang tidak mampu menampung luapan air dari saluran irigasi sekitar. Dampaknya tidak hanya menyasar akomodasi wisata, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi lokal di mana banyak kendaraan bermotor milik warga dan tamu terendam sepenuhnya. Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali menyatakan evakuasi difokuskan pada titik-titik terdalam guna menghindari risiko fatal bagi warga dan turis yang terjebak di area privat yang sulit dijangkau kendaraan darat.

Di luar ancaman air bah, amukan angin kencang juga dilaporkan merobohkan 27 pohon besar di berbagai jalur utama yang sempat melumpuhkan mobilitas masyarakat di seluruh Bali. Di wilayah perbukitan, ancaman tanah longsor dan senderan jebol terus mengintai pemukiman dengan total catatan masing-masing 5 dan 4 titik kejadian. Bahkan di Denpasar, terjangan angin puting beliung dilaporkan sempat merusak sejumlah bangunan milik warga. Rentetan peristiwa ini memaksa Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung mengambil langkah progresif dengan mengizinkan sekolah menerapkan sistem pembelajaran daring guna melindungi siswa dari risiko pohon tumbang dan akses jalan yang terputus.

Kondisi kritis ini diprediksi belum akan berakhir dalam waktu dekat sesuai rilis data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Status siaga hujan lebat masih membayangi wilayah Bali Selatan dan Tengah, mencakup Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan hingga Rabu (25/2/2026). BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan tetap disiagakan di titik-titik rawan untuk merespons kemungkinan banjir susulan atau longsoran baru yang dipicu oleh saturasi tanah yang sudah jenuh akibat hujan berhari-hari.

I Gede Teja mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan lereng bukit, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra jika hujan turun lebih dari satu jam tanpa henti. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi pemerintah dan menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang melanda. Hingga saat ini, petugas lapangan masih terus melakukan pendataan mendalam terkait total kerusakan infrastruktur publik di seluruh wilayah terdampak di Bali. *R105

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."