--- / --- • 00:00 WITA

Jaringan Gelap Rutan Depok Terbongkar, Integritas Disorot

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Jeruji besi gagal meredam gelapnya bisnis haram. Pesta narkoba di Rumah Tahanan Kelas I Depok merobek telak citra institusi pemasyarakatan nasional.

Alih-alih jera di balik tembok penjara, para narapidana justru leluasa berjoget menenggak sabu di ruang tahanan. Rekaman video skandal memalukan itu beredar luas dan langsung memantik murka parlemen di Senayan, Kamis (8/10/2026).

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira bereaksi keras atas insiden tersebut. Ia menilai rentetan pelanggaran di lembaga pemasyarakatan sudah berada di titik nadir yang membahayakan.

“Persoalan-persoalan pesta narkoba, transaksi narkoba di dalam atau dari dalam lapas/rutan dan pelanggaran lain ini kan kejadian yang sudah terjadi berulang,” ujar Andreas lewat keterangan resmi di Jakarta.

Skandal anyar di Depok meletus tidak berselang lama setelah publik dikejutkan oleh temuan sel mewah bagi narapidana di Lapas Kelas IIA Cibinong. Ekosistem penjara terbukti keropos.

Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Komjen Pol. Rudi Setiawan membenarkan pesta narkoba tersebut. Lebih mencengangkan lagi, barang haram itu diduga kuat disuplai langsung oleh petugas jaga.

Respon cepat langsung dilayangkan pemerintah. Sebanyak 313 narapidana dari lima wilayah, termasuk para pelaku pesta narkoba di Rutan Depok, langsung dibuang ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Namun, sanksi pindah kandang dinilai belum cukup menuntaskan akar masalah. Komisi XIII menuntut audit total terhadap sistem keamanan penjara yang terbukti mandul.

“Ini tentunya berkaitan dengan SDM, integritas petugas, keterampilan petugas dan juga tentunya infrastruktur pendukung untuk pengawasan, seperti CCTV, alat untuk meredam signal di dalam lapas dan juga ruang lapas/rutan yang cukup sehingga tidak terjadi over kapasitas,” tegas Andreas.

Baca juga:  Kemenpar Rilis Data Statistik Pariwisata 2025

Kamera pengawas mati. Sinyal seluler bebas merdeka. Kapasitas rutan jebol akibat kelebihan muatan manusia.

Parlemen mendesak investigasi mendalam menyasar jalur logistik barang terlarang, catatan akses ruangan, hingga pemeriksaan oleh tim independen yang bersih dari konflik kepentingan. Saluran pelaporan aman juga wajib dibuka bagi pelapor internal tanpa ancaman intimidasi.

Pembersihan total harga mati. Negara tidak boleh bertekuk lutut di hadapan sindikat narkoba yang bercokol di balik dinding penjara. *R103

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."