Lokapalanews.id | Jakarta – Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi mengemban komando tertinggi Korps Bhayangkara. Ia dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Penunjukan tersebut disahkan usai DPR RI memberikan persetujuan aklamasi dalam Rapat Paripurna pada hari yang sama. Suyudi naik pangkat dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal Polisi, menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Lahir di Pandeglang, Banten, alumnus Akpol 1994 ini mendedikasikan sebagian besar kariernya di bidang reserse. Jejak pengabdiannya merentang dari pos-pos lapangan hingga pucuk pimpinan strategis.
Suyudi mengawali pengabdian sebagai Kapolsek Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, hingga Kapolsek Metro Penjaringan. Kariernya berlanjut di tingkat resor tatkala memimpin Polres Majalengka (2014–2015), Polres Bogor Kabupaten (2015–2016), serta Kapolresta Bogor (2016–2017).
Tahun 2017, Suyudi ditarik ke Bareskrim Polri. Ia dipercaya mengemban kursi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber. Kiprah lapangannya kian menonjol tatkala didapuk sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2019.
Jabatan pimpinan tinggi terus diemban berikutnya. Mulai dari Wakapolda Metro Jaya (2023–2024), Kapolda Banten (2024–2025), hingga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025.
Semasa memimpin BNN, Suyudi membongkar sindikat narkotika kelas kakap. Ia memimpin pengungkapan penyelundupan dua ton sabu jaringan internasional serta meringkus buronan Dewi Astutik alias Mami alias Dinda pada Desember 2025 dengan nilai barang bukti ditaksir menembus Rp5 triliun.
Di bidang akademik, peraih gelar Doktor Honoris Causa Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara pada 31 Januari 2026 ini siap membawa Polri menghadapi tantangan keamanan nasional ke depan. *R101






