--- / --- 00:00 WITA

Prabowo Tegaskan Hukum Penjaga Utama Kekayaan Negara

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam acara penyelamatan keuangan negara dan penguasaan kembali kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penegakan hukum merupakan instrumen konstitusional paling vital untuk memproteksi kekayaan negara sekaligus menjadi prasyarat mutlak guna menjamin kesejahteraan rakyat Indonesia secara merata dan berkeadilan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri agenda penyerahan denda administratif, penyelamatan keuangan negara, serta serah terima penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Presiden menekankan bahwa tanpa perlindungan aset negara yang kokoh, upaya peningkatan taraf hidup masyarakat akan sulit terealisasi.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Hukum, dalam pandangan Presiden, bukan sekadar aturan formal, melainkan benteng pertahanan terakhir atas sumber daya yang dimiliki bangsa. Ia menginstruksikan seluruh jajaran penegak hukum untuk tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang mencoba merongrong kedaulatan ekonomi negara melalui praktik-praktik ilegal.

Presiden secara spesifik menyoroti tantangan kronis yang masih menghambat kemajuan nasional, mulai dari praktik korupsi, penyelundupan, pertambangan tanpa izin, hingga penyalahgunaan wewenang. Fenomena ini dinilai telah berlangsung terlalu lama dan secara sistematis merampok hak-hak dasar rakyat atas kekayaan alam mereka sendiri.

Dalam pidatonya yang lugas, Prabowo memastikan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah represif jika diperlukan. Ia berjanji akan mengerahkan seluruh kewenangan konstitusional yang melekat pada jabatan presiden sebagaimana mandat Undang-Undang Dasar 1945 untuk memastikan supremasi hukum tegak di seluruh lini.

Ketegasan ini disebutnya berlaku bagi siapa saja tanpa terkecuali. Presiden menjamin bahwa proses hukum akan berjalan tanpa pandang bulu, menembus batasan status sosial maupun afiliasi politik demi menyelamatkan aset negara yang selama ini bocor ke tangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga:  Prabowo di WEF: Supremasi Hukum Syarat Mutlak Investasi

Lebih lanjut, Presiden memberikan instruksi kepada kementerian, lembaga, dan aparat penegak hukum untuk mengikis ego sektoral. Penguatan koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam memberantas kejahatan ekonomi yang semakin kompleks dan terorganisasi, terutama di sektor kehutanan dan sumber daya alam.

Bagi Prabowo, pengabdian di pemerintahan harus dimaknai sebagai jalur pengorbanan kepada bangsa, bukan sarana mencari keuntungan pribadi. Ia mengingatkan para pejabat publik untuk kembali ke marwah pengabdian dan menjaga integritas di tengah godaan kekuasaan yang kerap memicu penyelewengan.

Presiden juga menyadari bahwa langkah tegas pemerintah dalam mengamankan aset negara pasti akan memicu resistensi dari kelompok-kelompok yang kepentingannya terganggu. Namun, ia meminta seluruh aparatur negara tetap teguh dan tidak gentar menghadapi serangan balik dari para pelanggar hukum.

Kejujuran dan keadilan diposisikan sebagai nilai tawar utama dalam kepemimpinannya. Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama pemerintah dalam membela kepentingan nasional, mengingat tantangan global ke depan menuntut kemandirian ekonomi yang berbasis pada pengelolaan sumber daya yang akuntabel.

Penutupan arahan Presiden menggarisbawahi pentingnya semangat nasionalisme sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Dengan penguasaan kembali kawasan hutan dan penyelamatan keuangan negara, pemerintah berkomitmen mengembalikan hasil kekayaan tersebut untuk membiayai program-program pembangunan yang langsung menyentuh rakyat.

Langkah Kejaksaan Agung dalam mengembalikan aset negara pada tahap VI ini dipandang Presiden sebagai momentum krusial bagi pemulihan ekonomi nasional. Melalui penegakan hukum yang konsisten, Indonesia diharapkan mampu mengelola setiap jengkal kekayaannya secara optimal demi mewujudkan kemakmuran yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. *R103

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."