--- / --- 00:00 WITA

Polri Siapkan Skenario One Way Nasional

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala.

Lokapalanews.id | Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai memperketat pengawalan arus lalu lintas seiring munculnya tren transisi menuju arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi mencapai puncaknya dalam dua gelombang besar pekan ini.

Memasuki hari ke-11 pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Satgas Humas Polri melaporkan dinamika pergerakan masyarakat yang sangat fluktuatif di sejumlah titik krusial. Hingga Senin pagi, arus lalu lintas di gerbang-gerbang utama terpantau mulai melandai setelah petugas menghentikan rekayasa one way sementara berdasarkan evaluasi real-time di lapangan.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Data volume kendaraan pada Minggu (22/03) menunjukkan lonjakan signifikan pada arus keluar Jakarta yang mencapai 168.159 unit, atau naik 65,79 persen dari volume normal. Sebaliknya, kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat sebanyak 122.994 unit, mengalami kenaikan tipis sekitar 3,73 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025.

Meskipun situasi terkendali, Polri memberikan perhatian serius terhadap angka kecelakaan yang masih membayangi kelancaran mudik tahun ini. Tercatat terjadi 251 insiden kecelakaan di berbagai ruas jalan dengan total kerugian materiil menembus angka Rp314 juta dalam kurun waktu pemantauan terakhir.

Insiden tersebut mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 28 orang luka berat, dan 48 orang luka ringan. Di sisi penegakan hukum, petugas di lapangan telah menjaring 11 pelanggaran lalu lintas melalui sistem ETLE maupun manual, serta memberikan teguran simpatik kepada lima pengguna jalan.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, menekankan bahwa kewaspadaan masyarakat merupakan kunci utama menekan angka fatalitas di jalan raya. Pihaknya meminta pemudik untuk tidak memaksakan diri berkendara jika kondisi fisik sudah menurun akibat kelelahan menempuh jarak jauh.

Kombes Marupa menjelaskan bahwa puncak arus balik diprediksi akan terbagi dalam dua fase, yakni pada Selasa, 24 Maret 2026, serta gelombang kedua pada akhir pekan depan, tepatnya 28–29 Maret 2026. Strategi ini diharapkan dapat memecah konsentrasi kendaraan agar tidak menumpuk di satu waktu yang bersamaan.

Baca juga:  Prabowo: Penanganan Bencana Serius Meski tanpa Status Nasional

Sebagai langkah antisipasi primer, Polri bersama Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga telah menyiapkan skenario one way nasional. Rencananya, kebijakan sistem satu arah ini akan diterapkan mulai dari KM 414 hingga KM 70 pada Selasa besok guna menguras volume kendaraan dari arah timur menuju Jakarta.

Selain rekayasa jalur utama, petugas juga menyiapkan jalur alternatif strategis seperti ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan. Jalur ini disiapkan secara fungsional dan akan digratiskan pada segmen tertentu selama masa Operasi Ketupat guna mengurai kepadatan di titik-titik jenuh tol eksisting.

Pengamanan tidak hanya terfokus pada jalur darat, Polri juga mengawasi ketat mobilitas di 36 pelabuhan yang mencatat perjalanan 223.317 penumpang. Sementara itu, moda transportasi kereta api menjadi yang paling padat dengan total 1,5 juta penumpang, disusul moda udara dengan 1.565 penerbangan.

Pihak kepolisian juga memberikan peringatan khusus bagi masyarakat yang memanfaatkan waktu libur untuk mengunjungi lokasi wisata, terutama wisata air. Standar keselamatan harus tetap dijaga ketat mengingat antusiasme warga yang meningkat menjelang berakhirnya masa cuti bersama.

Kombes Marupa menegaskan bahwa seluruh personel Polri akan tetap bersiaga 24 jam di pos pengamanan dan pos pelayanan hingga operasi resmi berakhir. Komitmen ini bertujuan memastikan masyarakat dapat kembali ke kota asal dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan tanpa kendala berarti. *R105

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."