--- / --- 00:00 WITA

Menpar Pastikan Pariwisata Indonesia Aman di Tengah Gejolak Global

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa memberikan keterangan pers mengenai stabilitas sektor pariwisata Indonesia dan kesiapan destinasi menghadapi lonjakan kunjungan tahun 2026 di Jakarta.

Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memberikan jaminan bahwa seluruh destinasi pariwisata di Indonesia berada dalam kondisi aman bagi wisatawan, meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah mengalami dinamika yang meningkat. Pemerintah menegaskan telah melakukan pemantauan saksama dan menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata nasional dari dampak ketidakpastian perjalanan internasional.

Dalam laporan bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu (11/3/2026), Menpar didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa sektor pariwisata sangat sensitif terhadap isu mobilitas lintas negara. Untuk mengantisipasi hambatan perjalanan akibat penutupan ruang udara di wilayah konflik, pemerintah telah merumuskan strategi adaptif dengan mengalihkan fokus promosi ke pasar-pasar dengan akses stabilitas tinggi, seperti kawasan Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Oseania.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Selain pergeseran target pasar mancanegara, kementerian juga mengintensifkan kampanye digital dan penyelenggaraan ajang lintas negara untuk menjaga daya tarik Indonesia. Pemerintah juga memastikan bahwa wisatawan yang terdampak gangguan jadwal penerbangan di Timur Tengah akan mendapatkan perlindungan dan pelayanan optimal selama menunggu kelanjutan perjalanan mereka di tanah air.

“Kami memastikan bahwa wisatawan yang saat ini berada di Indonesia tetap mendapatkan pelayanan dan dukungan yang baik,” ujar Menpar Widiyanti saat memaparkan kinerja kementerian periode Maret 2026.

Data Januari 2026 menunjukkan tren positif dengan angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk utama mencapai 1,01 juta kunjungan. Malaysia masih menjadi kontributor terbesar dengan 150,5 ribu kunjungan, disusul oleh Australia, Tiongkok, Singapura, dan India. Dominasi ini mencerminkan keberhasilan Indonesia dalam mengelola pasar tradisional sekaligus memperkuat penetrasi pada pasar strategis.

Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada Januari 2026 tercatat sebanyak 102,04 juta perjalanan. Meskipun terdapat penurunan tipis sebesar 0,93 persen dibandingkan tahun lalu karena faktor musim transisi pasca-libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah tetap optimis. Target ambisius 1,18 miliar perjalanan wisnus sepanjang tahun 2026 diyakini dapat tercapai melalui berbagai stimulus dan peningkatan kesiapan destinasi.

Baca juga:  Menpar Apresiasi Inovasi Finalis FSI 2025, Minat Investor Tinggi

Wamenpar Ni Luh Puspa menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat kelas ekonomi domestik. Kebijakan ini diprediksi mampu menekan harga tiket antara 17 hingga 18 persen, sehingga dapat memicu lonjakan perjalanan menjelang momentum libur Lebaran.

Peningkatan kualitas destinasi juga menjadi prioritas utama seiring dengan peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal Februari 2026. Gerakan ini bertujuan memperkuat daya saing pariwisata nasional melalui standarisasi kebersihan dan keamanan yang menyeluruh. Sebagai bagian dari mitigasi risiko, pemerintah juga telah melakukan pendataan terhadap lebih dari 4.700 Daya Tarik Wisata (DTW) rawan bencana di seluruh Indonesia guna menjamin keselamatan pengunjung.

Dalam upaya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), Kementerian Pariwisata secara resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru Politeknik Pariwisata tahun akademik 2026/2027. Melalui seleksi bersama, tersedia kuota sebanyak 2.166 kursi dari total kapasitas 3.610. Langkah ini diharapkan dapat mencetak tenaga profesional yang mampu mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi devisa negara yang saat ini masih mencatatkan neraca positif.

Melalui sinergi antara kesiapan infrastruktur, stimulus ekonomi, dan mitigasi risiko global, Kementerian Pariwisata optimistis momentum pertumbuhan sektor ini akan terus terjaga. Pariwisata Indonesia diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman berkesan bagi pelancong, tetapi juga tetap menjadi pilar tangguh dalam menyokong perekonomian nasional di tengah tantangan dunia yang kompleks. *R105

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."