--- / --- 00:00 WITA

Wayan Sudirta Puji Humanisme Polri hingga Minta Anggaran Polairud tak Dipangkas

Anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta saat menyampaikan pandangannya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Kabaharkam Polri di Gedung Nusantara II, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta memberikan sejumlah catatan penting kepada jajaran Polri mengenai penanganan unjuk rasa yang lebih manusiawi, harmonisasi kerukunan umat beragama di Bali, serta penguatan anggaran Korpolairud.

Hal tersebut disampaikan Wayan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI bersama Kabaharkam Polri Komjen Karyoto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Peningkatan Humanisme Polri

Wayan mengawali pernyataannya dengan memberikan apresiasi terhadap kemajuan Polri dalam menjaga demokrasi. Menurut dia, berdasarkan pantauan di media sosial, Polri menunjukkan perubahan signifikan dalam menangani aksi demonstrasi.

“Polri sekarang jauh lebih manusiawi ketika menangani kasus-kasus demonstrasi dan unjuk rasa. Ini apresiasi yang luar biasa, bukan basa-basi, tapi data memang menunjukkan ada kemajuan,” ujar Wayan.

Ia berharap pendekatan yang lebih humanis, penolong, dan bersahabat ini terus dipertahankan, terutama dalam pelaksanaan tugas kepolisian di jalanan.

Harmonisasi Nyepi dan Idulfitri di Bali

Terkait kerukunan umat beragama, Wayan menyoroti pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan momen Idulfitri di Bali. Ia mengapresiasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan imbauan dari Ketua GP Ansor Bali.

Dalam imbauan tersebut, umat Islam di Bali diharapkan dapat melaksanakan ibadah di rumah saat warga Hindu merayakan Nyepi demi menjaga kekhusyukan.

“Mungkin ini perlu dikomunikasikan dengan cara yang paling halus untuk tetap menjaga harmonisasi. Makin banyak yang bisa mengikuti imbauan GP Ansor, itu pasti makin baik,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri dengan Pecalang (petugas pengamanan adat Bali) yang dinilainya memiliki kewibawaan tinggi dalam menjaga ketertiban di lapangan.

Baca juga:  DPR Sahkan Sembilan Anggota Ombudsman RI 2026-2031

Soroti Anggaran Polairud

Terakhir, politisi PDI-P ini memberikan catatan kritis mengenai anggaran Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud). Wayan menemukan adanya kontradiksi antara penambahan anggaran dan efisiensi dalam laporan Polri.

Wayan meminta agar Polri tidak memberlakukan efisiensi atau pemotongan anggaran bagi Polairud, mengingat beban kerja yang berat di wilayah perbatasan.

“Khusus untuk Airud, janganlah ada efisiensi. Berikan penambahan yang ada tanpa dikurangi. Ini penting terutama di daerah perbatasan, ketika harus mengejar kapal asing yang teknologinya jauh lebih hebat dari kapal kita,” tegas Wayan.

Wayan berharap Polri dapat memaksimalkan komunikasi dengan berbagai pihak agar seluruh agenda pengamanan nasional, baik dari sisi sosial-keagamaan maupun kedaulatan wilayah perairan, dapat berjalan dengan puas dan maksimal. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."