Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan rumah subsidi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penegasan ini disampaikan dalam pembukaan Kriya Nusantara Expo 2026 yang berlangsung di The Telkom Hub, Jakarta, Senin (2/3/2026). Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah berupaya menjadikan hunian layak sebagai fondasi utama bagi kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelompok pekerja informal dan pelaku usaha mandiri.
Dalam ajang bertajuk “Satu Atap Sejuta Manfaat: Rumah Subsidi untuk UMKM Berdikari” tersebut, Maruarar menekankan bahwa UMKM Indonesia harus memiliki mentalitas untuk berkembang melalui peningkatan kualitas, bukan sekadar mengharapkan bantuan. Menurutnya, akses terhadap perumahan subsidi merupakan salah satu instrumen strategis untuk mengangkat derajat ekonomi para pelaku usaha. “UMKM harus naik kelas bukan karena dikasihani, tetapi karena punya kualitas dan daya saing yang tinggi,” ujar Maruarar di hadapan para peserta ekspo.
Sebagai langkah konkret, Kementerian PKP telah merancang sejumlah program yang mengintegrasikan sektor perumahan dengan rantai pasok UMKM nasional. Salah satu yang menjadi sorotan adalah program “gentengnisasi”, di mana produksi bahan bangunan melibatkan perajin lokal dan pelaku usaha kecil. Dengan skema ini, pembangunan perumahan nasional tidak hanya fokus pada penyediaan unit hunian, tetapi juga berfungsi sebagai mesin penggerak ekonomi rakyat yang menyerap produk-produk hasil karya UMKM.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PKP, Shinta Maruarar Sirait, menambahkan bahwa eksibisi ini menjadi momentum krusial untuk mensosialisasikan target besar pembangunan tiga juta rumah. Pihaknya ingin memastikan bahwa informasi mengenai skema kepemilikan rumah sampai ke tangan para pelaku UMKM perempuan dan pekerja sektor informal lainnya. Harapannya, kepemilikan rumah tidak lagi menjadi mimpi yang sulit diraih, melainkan realitas yang dapat dijangkau melalui prosedur yang tepat.
Sebagai bentuk keberpihakan nyata, Menteri PKP bersama Shinta Maruarar Sirait mengumumkan pemberian bantuan uang muka (DP) rumah subsidi bagi 100 orang yang terpilih. Kriteria penerima bantuan ini mencakup pelaku dan pekerja UMKM, pengemudi, petugas keamanan, serta profesi serupa yang selama ini kesulitan menembus akses pembiayaan perbankan. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga pembiayaan lain untuk lebih fleksibel dalam menyalurkan kredit perumahan bagi sektor informal.
Pemerintah juga tengah mematangkan skema pembiayaan baru yang lebih ramah bagi kantong masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu opsi yang disiapkan adalah perpanjangan tenor pinjaman hingga 30 tahun. Dengan jangka waktu yang lebih panjang, nilai cicilan bulanan diharapkan menjadi jauh lebih terjangkau, sehingga tidak mengganggu arus kas usaha maupun kebutuhan pokok harian para pelaku UMKM.
Kriya Nusantara Expo 2026 sendiri berlangsung selama dua hari pada 2–3 Maret 2026 dengan menghadirkan sekitar 50 tenant yang bergerak di bidang fesyen dan kuliner. Selain bazar produk, acara ini diisi dengan berbagai rangkaian talkshow tematik yang mengupas tuntas mengenai strategi bisnis dan prosedur pengajuan rumah subsidi. Sinergi antara sektor perumahan dan pemberdayaan UMKM ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh di tingkat akar rumput.
Maruarar meyakini bahwa dengan memiliki hunian yang stabil, para pelaku UMKM dapat lebih fokus pada inovasi dan pengembangan produk mereka. Rumah subsidi dipandang sebagai aset produktif yang memberikan ketenangan batin sekaligus jaminan kesejahteraan bagi keluarga pelaku usaha. Pemerintah berjanji akan terus memantau implementasi program ini agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mereka yang paling membutuhkan.
Upaya ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah dalam mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan infrastruktur dasar yang layak. Dengan integrasi program perumahan dan penguatan UMKM, kementerian optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai melalui partisipasi aktif masyarakat di sektor hunian dan usaha kreatif. *R105






