Lokapalanews.id | Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan komitmen penuh untuk mengawal aspek keamanan pangan dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa pengawasan ketat diperlukan guna memastikan seluruh sasaran program menerima manfaat nutrisi maksimal tanpa risiko kesehatan akibat kontaminasi.
Taruna menjelaskan bahwa pangan yang aman, bermutu, dan bergizi seimbang merupakan pilar fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta ketahanan kesehatan bangsa. Menurutnya, jaminan keamanan pangan akan memastikan makanan yang didistribusikan bebas dari cemaran berbahaya yang dapat mengancam keselamatan konsumen, terutama anak-anak sebagai penerima manfaat utama.
Langkah pengawasan ini menjadi krusial mengingat skala program yang masif di seluruh Indonesia. Taruna menekankan bahwa kolaborasi lintas sektoral antara kementerian dan lembaga menjadi kunci keberhasilan MBG. Sinergi ini diharapkan mampu mencetak generasi yang sehat dan cerdas untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Sejalan dengan upaya tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Dalam peresmian tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia kini telah memiliki 22.275 SPPG atau unit dapur yang tersebar di seluruh provinsi untuk mendukung implementasi teknis program Makan Bergizi Gratis.
Presiden menegaskan bahwa program ini merupakan kebutuhan mendesak bagi mayoritas rakyat Indonesia. Berdasarkan studi global, penyediaan makanan bergizi secara gratis menjadi instrumen penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat bawah. Keberadaan SPPG yang merata di seluruh wilayah diharapkan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan intervensi gizi.
Dukungan teknis dalam program ini juga diperkuat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. SPPG milik Polri telah dilengkapi dengan standar fasilitas sanitasi modern, mulai dari sistem filtrasi air, pemanas air untuk pencucian wadah makanan (food tray), hingga penggunaan sterilisasi sinar ultraviolet (UV) guna mengeliminasi bakteri dan virus pada peralatan masak.
Khusus di unit SPPG Palmerah, fasilitas tersebut telah dilengkapi dengan alat uji keamanan pangan (food security test) yang memiliki empat parameter pengujian. Alat uji ini merupakan produk dalam negeri yang difungsikan untuk mendeteksi secara cepat potensi zat berbahaya dalam makanan sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan bahwa saat ini institusinya telah mengelola 1.179 unit SPPG. Sebagian besar unit tersebut telah beroperasi penuh, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan dan persiapan teknis. Polri juga memprioritaskan pembangunan puluhan unit SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di wilayah Papua.
Komitmen Polri dalam membangun infrastruktur gizi ini merupakan bentuk dukungan terhadap strategi pemerintah dalam menjamin pertumbuhan optimal generasi muda. Dengan pengawasan ketat dari BPOM dan dukungan infrastruktur dari Polri, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dengan standar keamanan pangan yang tinggi di seluruh pelosok negeri. *R105






