--- / --- 00:00 WITA

Mendiktisaintek Instruksikan Kampus Berbagi Fasilitas Riset

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menandatangani prasasti peresmian Menara Wimaya di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, Senin (27/1/2026).

Lokapalanews.id | Surabaya – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan pentingnya pemanfaatan bersama sumber daya pendidikan tinggi guna mengoptimalkan hilirisasi riset nasional. Pemerintah mendorong kolaborasi lintas kampus, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, untuk berbagi fasilitas laboratorium dan peralatan riset yang canggih agar utilisasinya tidak hanya terkonsentrasi di satu lembaga.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Brian saat meresmikan Menara Wimaya (Twin Tower) di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Senin (27/1). Ia menyatakan bahwa praktik berbagi sumber daya (resource sharing) sudah menjadi standar lazim di perguruan tinggi kelas dunia dan harus diperkuat di Indonesia untuk mengatasi ketimpangan fasilitas antarwilayah.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“Gedungnya memang ada di sini, tetapi fasilitas dan laboratoriumnya tentu bisa dimanfaatkan juga oleh kampus-kampus lain. Riset dan pengajaran bisa kita lakukan bersama-sama,” ujar Menteri Brian dalam kunjungan kerjanya di Surabaya.

Peresmian fasilitas gedung baru tersebut dipandang sebagai capaian penting bagi insan pendidikan tinggi dalam membangun infrastruktur secara mandiri. Namun, Brian mengingatkan bahwa semangat kolegialitas antarkampus jauh lebih penting daripada sekadar kepemilikan aset fisik. Ia ingin setiap investasi negara dalam bentuk alat laboratorium dapat diakses secara inklusif oleh para peneliti dari berbagai institusi.

Sejalan dengan visi digitalisasi, Mendiktisaintek juga mendorong para akademisi mengembangkan bahan ajar daring berbasis video yang dapat diakses secara luas. Langkah ini merupakan bagian dari kontribusi kampus terhadap kemajuan ilmu pengetahuan global, di mana materi pembelajaran berkualitas tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik.

Melalui skema ini, dosen-dosen terbaik dari kampus terkemuka diharapkan dapat membagikan ilmunya ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa di daerah terpencil pun dapat mengakses standar pengajaran yang sama dengan mahasiswa di kota besar.

Baca juga:  Sinergi Kampus Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Selain aspek teknologi, Brian memberikan perhatian khusus pada pembentukan karakter mahasiswa melalui lingkungan kampus yang kondusif. Menurutnya, keunggulan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan, melainkan dari layanan prima serta lingkungan yang tertata, bersih, dan transparan. Lingkungan yang excellent dinilai menjadi instrumen efektif dalam membentuk integritas dan etos kerja mahasiswa sebagai calon sumber daya manusia unggul.

“Mahasiswa belajar karakter bukan hanya dari teori, tetapi dari keseharian. Dari transparansi, objektivitas, dan keteraturan yang mereka lihat setiap hari di kampus,” jelasnya.

Dari sisi akademik, Mendiktisaintek mengingatkan peran strategis dosen dalam menjaga konsistensi penelitian dan penulisan karya ilmiah. Produktivitas akademik harus tetap berjalan beriringan dengan tugas pengajaran dan pengabdian masyarakat. Hal ini krusial untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di level internasional.

Menutup arahannya, Brian menitipkan harapan agar perguruan tinggi menjadi ruang integritas yang mampu melahirkan lulusan berkarakter. Kebijakan ini selaras dengan visi “Diktisaintek Berdampak”, yang menempatkan institusi pendidikan sebagai mesin penggerak transformasi sumber daya manusia nasional yang kontributif bagi kemajuan bangsa. *R104

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."