--- / --- 00:00 WITA
Daerah  

Bantuan CSR Pelindo Ubah Sampah Pasar Desa Adat Serangan Jadi Sumber Nilai Ekonomi

Lokapalanews.id | Denpasar – Pengelolaan sampah di Pasar Desa Adat Serangan, Denpasar, kini mulai menunjukkan perubahan signifikan. Melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp249,75 juta dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Bali Nusa Tenggara, sampah pasar yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan mulai diolah menjadi sumber nilai ekonomi bagi pedagang dan masyarakat sekitar.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Program Pelindo Wise dan difokuskan pada pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat. Program ini mencakup penyediaan fasilitas pengolahan sampah sekaligus pendampingan dan edukasi kepada pedagang pasar terkait pemilahan sampah sejak dari sumber.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Manager TJSL Pelindo, Rendy Fendy, mengatakan pihaknya secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan program berjalan efektif. “Pengelolaan sampah kini sudah menjadi rutinitas warga pasar. Sampah tidak lagi dibuang sembarangan, tetapi dipilah dan dikelola sesuai jenisnya,” ujarnya saat meninjau langsung aktivitas pengelolaan sampah di pasar tersebut.

Dalam pelaksanaannya, sampah anorganik seperti plastik, logam, kaca, dan kardus dikumpulkan melalui bank sampah untuk kemudian dikelola dan ditabung. Sementara itu, sampah organik diolah menggunakan mesin pencacah dan metode penguraian dengan maggot, sehingga memiliki nilai guna dan mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Perubahan pola pengelolaan ini mulai memberikan dampak ekonomi. Sampah yang sebelumnya hanya dianggap limbah kini menjadi tambahan penghasilan bagi pedagang dan pengelola bank sampah melalui sistem tabungan sampah.

Sub Regional Head Pelindo Bali Nusra, Fariz Hariyoso, menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat. Menurutnya, CSR Pelindo tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga membangun kesadaran dan kebiasaan baru yang berkelanjutan.

Baca juga:  Bandara Ngurah Rai Hadapi Lonjakan Penumpang, Juli 2025 Tembus 2,3 Juta Orang

“Tujuan kami adalah agar masyarakat Pasar Desa Adat Serangan mampu mengelola lingkungannya sendiri secara mandiri dan berkelanjutan. Jika kesadaran sudah terbentuk, dampaknya akan jauh lebih panjang,” kata Fariz.

Pengurus Bank Sampah Pasar Desa Adat Serangan mengakui kehadiran program ini membawa perubahan nyata. “Dulu sampah hanya dianggap masalah. Sekarang kami bisa memilah, mengelola, bahkan mendapatkan nilai ekonomi dari sampah,” ujarnya.

Pelindo berharap pengelolaan sampah berbasis komunitas di Pasar Desa Adat Serangan dapat menjadi contoh bagi pasar tradisional lain di Bali, sekaligus menunjukkan bahwa solusi persoalan lingkungan dapat dimulai dari ruang-ruang ekonomi rakyat. *pri

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."