Lokapalanews.id | Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, di Jakarta, Senin (22/12). Pertemuan ini membahas integrasi perguruan tinggi dalam program strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Fokus utamanya adalah pemanfaatan riset dan pengabdian masyarakat untuk memperkuat ekonomi desa secara terukur.
Wamen Stella menekankan bahwa kolaborasi harus berbasis kebutuhan koperasi di lapangan, bukan dari universitas. Pilot project akan difokuskan pada daerah dengan tingkat ketertinggalan ekonomi tertinggi melalui skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan riset dosen.
Ekspansi 83 Ribu Koperasi Desa
Hingga saat ini, sebanyak 83.000 KDKMP telah terbentuk di seluruh Indonesia, dengan 98 persen di antaranya sudah berbadan hukum. Angka ini melampaui target awal sebesar 80 ribu unit. Program yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto ini menempatkan koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional.
Setiap unit KDKMP dirancang memiliki tujuh gerai usaha dan satu gudang, mencakup apotek, klinik, hingga gerai potensi desa. Pembangunan fisik di 23 ribu titik saat ini tengah dipercepat melalui kerja sama dengan Agrinas dan TNI berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.
Proyeksi Satu Juta Lapangan Kerja
Asisten Deputi Restrukturisasi dan Revitalisasi Kemenkop, Rulli Nurdina Sari, memaparkan potensi ekonomi masif dari program ini. Setiap koperasi diproyeksikan menyerap 20 hingga 22 tenaga kerja lokal. Jika target 80 ribu koperasi aktif tercapai, program ini berpotensi menciptakan lebih dari satu juta lapangan kerja baru di tingkat desa.
Kemdiktisaintek berkomitmen mengintegrasikan KDKMP ke dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) untuk memastikan keberlanjutan operasional koperasi melalui klasterisasi keilmuan kampus. *R102






