--- / --- 00:00 WITA

Mendiktisaintek: Teknologi harus Menjawab Persoalan Nyata Masyarakat

Menteri Brian Yuliarto saat meninjau 137 poster dan produk inovasi Program Semesta yang dipamerkan dalam acara REPORTOAR 2025 di Graha Kemdiktisaintek.

Lokapalanews.id | Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan pengembangan sains dan teknologi di Indonesia harus memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Dalam acara “REPORTOAR 2025: Refleksi dan Arah Pengembangan Sains dan Teknologi” di Jakarta, Sabtu, 20 Desember 2025, Brian menekankan pergeseran paradigma agar inovasi tidak lagi berjarak dari kehidupan sehari-hari.

Brian menyoroti tantangan Death Valley atau “Lembah Kematian” dalam hilirisasi riset. Ia mendorong agar prototipe hasil penelitian segera bertransformasi menjadi produk komersial guna menekan ketergantungan impor. “Sains tidak boleh eksklusif dan pengetahuan tidak boleh tumbuh meninggalkan masyarakat,” ujar Brian dalam arahannya di Graha Kemdiktisaintek.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Hilirisasi 137 Produk Inovasi

Dalam laporan capaian, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, mengungkapkan kolaborasi strategis antara Kemdiktisaintek, LPDP, dan Harian Kompas telah menghasilkan 137 produk inovasi melalui Program Semesta. Inovasi tersebut mencakup skema In Saintek, Tera Saintek, Resona Saintek, dan Berdikari.

Sebanyak 100 karya terbaik dari program tersebut akan dibukukan untuk mempermudah akses publik. Beberapa inovasi unggulan yang dipamerkan meliputi:

  • Ecopeat-ATMI: Pemanfaatan sabut kelapa oleh Politeknik ATMI Surakarta.

  • Otomatisasi Circular Farming: Inovasi berbasis IoT untuk lahan kering NTT oleh Politeknik Negeri Kupang.

  • Teknologi Jagung Sen Organik: Solusi kesejahteraan di Nifuboke oleh Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

  • Pakan Ayam: Pengolahan limbah pasar oleh Universitas Papua.

Inisiatif Suryakanta dan Dampak Sosial

Guna mengukur dampak nyata perguruan tinggi, Ditjen Saintek memperkenalkan inisiatif Suryakanta. Sistem ini menggeser fokus kinerja dari sekadar kuantitas jumlah riset menjadi pengukuran manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas. Melalui evaluasi berbasis dampak ini, riset diharapkan menjadi motor penggerak produktivitas dan ketahanan nasional. *R103

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Baca juga:  Kemdiktisaintek Dorong Akademisi Jadi Komunikator Sains Era Digital