Lokapalanews.id | Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meluncurkan Program Pelatihan Gig Economy dan AI Open Innovation Challenge di Jakarta, Kamis (18/12). Inisiatif strategis ini bertujuan mencetak talenta digital kompetitif dari kalangan Generasi Z guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Program ini merupakan kolaborasi lintas kementerian yang menyasar pengembangan potensi ekonomi digital sebagai motor penggerak ekonomi baru.
Menko Airlangga menyatakan bahwa ekonomi digital adalah “mesin ketiga” pertumbuhan Indonesia setelah industri konvensional dan jaring pengaman sosial. Saat ini, nilai ekosistem ekonomi digital Indonesia mencapai USD90 miliar dan diproyeksikan melonjak hingga USD400 miliar pada 2030. Di tingkat regional, Digital Economic Framework Agreement (DEFA) diprediksi menggandakan pasar ASEAN menjadi USD2 triliun.
Pemerintah menargetkan implementasi program di 15 kota dengan Jakarta sebagai prototipe. Fokus utama mencakup pengembangan SDM, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga penguatan industri semikonduktor.
Dukungan Pembiayaan dan Infrastruktur Inovasi
Guna mendukung ekosistem ini, pemerintah mengalokasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sebesar Rp10 triliun. Pelaku ekonomi kreatif dan pekerja lepas (gig workers) dapat mengakses pinjaman dengan bunga 6% dan plafon hingga Rp500 juta.
Pemerintah juga mendorong pola kerja fleksibel atau Work from Anywhere (WFA) untuk menjaga produktivitas. Sektor swasta dan BUMN, termasuk Telkom dan Jababeka, dilibatkan sebagai mentor untuk membangun pusat inovasi kecerdasan buatan (AI). Selain akses modal, apresiasi berupa unit mobil listrik disiapkan bagi peserta dengan inovasi terbaik sebagai bentuk dorongan terhadap teknologi ramah lingkungan.
Hadir dalam peluncuran tersebut Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. *R104






