Lokapalanews.id | Pemerintah resmi mendeklarasikan Arah Indonesia Digital sebagai fondasi utama pembangunan digital nasional lima tahun ke depan. Deklarasi yang dipimpin oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, di Jakarta pada Rabu (10/12/2025) ini menandai dimulainya babak baru transformasi yang lebih terpadu, inklusif, dan berorientasi pada layanan publik.
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa percepatan digitalisasi membutuhkan kebijakan terpadu dan pemerataan infrastruktur. Ia menyebutkan, 2.500 desa masih belum terhubung jaringan memadai, dan pemerintah menargetkan seluruh desa terkoneksi pada tahun 2026.
“Digitalisasi menyeluruh, didukung infrastruktur, interoperabilitas data dan teknologi seperti AI menjadi kunci,” ujar Menkomdigi.
Arah Indonesia Digital yang disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 memiliki tiga pilar utama:
-
Terhubung: Fokus pada konektivitas digital yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau. Pemerintah mendorong lelang frekuensi 1,4 Gigahertz (GHz) untuk menyediakan “internet murah” mulai tahun 2026.
-
Tumbuh: Menciptakan ekosistem digital yang memberdayakan, meliputi penguatan pemerintah digital terpadu, peningkatan UMKM, dan pengembangan talenta melalui Innovation Hub seperti Garuda Spark.
-
Terjaga: Perlindungan ruang digital dari kejahatan daring, kebocoran data, dan keamanan infrastruktur kritikal. Implementasi aturan ruang digital ramah anak akan berlaku penuh pada Maret 2026.
Meutya Hafid juga mengklaim, Indeks Transformasi Digital Nasional mengalami peningkatan dari 52,95 pada 2023 menjadi 54,29 pada 2024. Selain itu, ia memastikan petajalan Kecerdasan Buatan (AI) dan etika AI sudah 90 persen rampung dan menunggu penandatanganan Presiden.
Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, menambahkan bahwa deklarasi ini sekaligus meluncurkan Rencana Strategis (Renstra) Kemkomdigi 2025–2029 sebagai komitmen untuk memasuki era pembangunan nasional berbasis transformasi digital. Sinergi pusat-daerah, industri, dan komunitas menjadi kunci agar transformasi tidak terfragmentasi. *R102






