--- / --- 00:00 WITA

Prabowo: Integritas Negara Jangan Goyah Saat Musibah

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh, menegaskan pentingnya integritas dalam penanganan musibah. (BPMI Setpres/Cahyo)

Lokapalanews.id | Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menjaga integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih dalam setiap upaya penanganan dan pemulihan bencana alam. Dalam arahan terkait penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Presiden meminta seluruh pejabat melihat musibah dari perspektif yang lebih besar.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin langsung syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri, serta melanjutkan tinjauan ke Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu, 7 Desember 2025.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“Kita harus melihat perspektif yang lebih besar. Jadi kita harus tahu bahwa kalau ada cobaan kita harus lihat juga masalah bangsa yang lebih besar,” kata Presiden di Aceh.

Presiden menegaskan bahwa bencana alam menjadi pengingat bagi pemerintah bahwa seluruh kemampuan dan sumber daya negara harus dikelola dengan baik demi kepentingan rakyat. Oleh karena itu, ia memperingatkan jajarannya agar tidak ada penyelewengan di seluruh entitas pemerintahan.

“Saya ingatkan tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi di semua entitas pemerintahan,” tegasnya.

Kepala Negara menyatakan tidak ada toleransi bagi siapapun yang mencoba mengambil keuntungan di tengah penderitaan masyarakat. Ia menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas pihak yang kedapatan berlaku curang.

“Saya tidak mau ada pihak-pihak yang menggunakan bencana ini untuk memperkaya diri. Saya akan tindak sangat keras,” ujar Presiden.

Prabowo juga meminta pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk mencatat dan menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku terhadap indikasi kecurangan, seperti melipatgandakan harga. Usai peninjauan di Aceh, Presiden Prabowo dijadwalkan memimpin Rapat Terbatas guna memastikan kecepatan, ketepatan, dan konsistensi tindakan dalam pemulihan wilayah terdampak di Sumatra. *R101