Lokapalanews.id | Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar hasil riset dan inovasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. Hasil riset tidak boleh hanya berhenti sebagai dokumen, tetapi harus diimplementasikan secara nyata.
Penegasan ini disampaikan MY Esti saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (3/12/2025).
“Lembaga riset harus berani membuka hasil-hasil inovasinya kepada pemerintah daerah, agar riset dapat dicocokkan langsung dengan kebutuhan lapangan. Jangan sampai riset inovasi hanya disimpan, justru harus dikeluarkan ini hasil riset kami, dan ini wilayah yang membutuhkan,” ujar MY Esti.
Politisi PDI-Perjuangan dari Dapil DIY ini mencontohkan, hasil riset dapat diterapkan dalam pengelolaan sampah, mulai dari teknologi pengolahan sampah organik, plastik, hingga sampah elektronik yang membutuhkan perlakuan spesifik. Menurutnya, edukasi pemilahan sampah di tingkat masyarakat harus diperkuat sebagai langkah awal implementasi.
Meskipun BRIN hanya memiliki anggaran riset sekitar Rp2 triliun, MY Esti menegaskan bahwa lembaga tersebut memegang peran strategis dalam pembangunan nasional. Anggaran yang terbatas justru harus dimaksimalkan untuk menghasilkan inovasi yang konkret dan dapat digunakan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Ia memberi contoh persoalan banjir yang seharusnya dapat ditangani menggunakan pendekatan berbasis riset. Jika BRIN sudah memiliki kajian mendalam tentang penyebab banjir di suatu wilayah, pemerintah dapat mengambil langkah konkret, mulai dari pembatasan penebangan pohon, penataan vegetasi, hingga desain sistem pembuangan air yang selaras dengan ekosistem setempat.
MY Esti meyakini banyak tantangan bangsa yang dapat diselesaikan melalui riset dan inovasi, asalkan temuan tersebut dibuka, disosialisasikan, dan diterapkan secara serius. *R104






