--- / --- 00:00 WITA
Ragam  

Yayasan Dharma Susila Yogyakarta Cetak Generasi Hindu Berkarakter AI

Ketua Umum Badan Pengurus Yayasan Dharma Susila, Prof. Dr. Wayan T. Artama bersama pengurus lainnya, memimpin kegiatan di Pasraman Widya Dharma, Bantul, Yogyakarta. Yayasan ini fokus mencetak generasi muda Hindu yang memiliki karakter spiritual kuat dan cakap dalam teknologi AI.

Lokapalanews.id | Yogyakarta – Yayasan Dharma Susila (YDS) Yogyakarta lembaga nirlaba di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini memposisikan diri sebagai penggerak utama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Hindu yang adaptif terhadap perkembangan teknologi modern. YDS mengintegrasikan nilai spiritual dharma dengan kecakapan intelektual, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI).

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Badan Pengurus, Prof. Dr. Wayan Tunas Artama, YDS memiliki visi membentuk generasi muda Hindu dengan karakter spiritual dan intelektual kuat berlandaskan filosofi dharma. Visi tersebut diimplementasikan melalui Pasraman Widya Dharma, program unggulan pendidikan Hindu non-formal yang berlokasi di kompleks Pura Jagatnatha “Banguntopo”, Bantul.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Pasraman Widya Dharma beroperasi di bawah naungan YDS dan Lembaga Pendidikan Hindu Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi DIY. Struktur kepengurusan masa bakti 2025–2029 diperkuat oleh Penasehat Sastro Utomo, Direktur Prof. Dr. I Wayan T. Artama, dan Koordinator Guru Pasraman Budi Sanyoto, S.Pd.H. Legalitas YDS sendiri dikukuhkan melalui SK Kemenkumham Nomor AHU-AH.01.06-0014426 tertanggal 23 Februari 2021.

Dalam acara Pesona Widya 2025, Pasraman Widya Dharma meluncurkan inovasi program edukasi yang menggabungkan ajaran agama dengan teknologi. Kegiatan tersebut memperkenalkan Sekolah Kecerdasan Buatan (AI) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta menampilkan Krida Yoga dan tari tradisional.

Inisiatif ini merupakan perwujudan modernisasi beragama, bertujuan memperkuat literasi keagamaan dan menanamkan pentingnya toleransi sejak dini. Kegiatan rutin pasraman, termasuk yoga dan kerawitan, terbuka bagi non-Hindu, menegaskan prinsip moderasi beragama. Acara ini disaksikan oleh Pembimas Hindu DIY, Didik Widya Putra, dan Ketua PHDI DIY, Nengah Lotama. YDS juga telah meluncurkan situs web resmi sebagai sarana edukasi dan transparansi publik. *R101