Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sepakat memperkuat sinkronisasi antara pendidikan tinggi, pelatihan vokasi, dan kebutuhan industri. Kolaborasi ini dilakukan untuk menjamin relevansi lulusan perguruan tinggi dengan arah pembangunan dan kebutuhan pasar kerja nasional.
Kesepakatan ini ditandai dengan pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kantor Kemenaker, Selasa (21/10).
Menteri Brian menegaskan bahwa perencanaan pendidikan harus selaras dengan kebijakan pembangunan dan prediksi kebutuhan tenaga kerja. “Dari delapan asta cita, kita coba breakdown itu menjadi bidang-bidang apa yang akan dibutuhkan dan membutuhkan keahlian khusus,” ujar Menteri Brian.
Kedua kementerian berkomitmen mengintegrasikan perencanaan pendidikan dan ketenagakerjaan melalui pendekatan berbasis data (data driven policy). Integrasi ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum adaptif yang selaras dengan kebutuhan masa depan, seperti sektor green jobs, teknologi digital, dan manufaktur berkelanjutan.
Menteri Yassierli menjelaskan, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar tenaga kerja. Kemdiktisaintek dan Kemenaker akan menyusun sistem prediksi tenaga kerja nasional (national workforce forecasting) sebagai panduan bagi perguruan tinggi dalam merancang program studi dan kurikulum.
“Penyelarasan kurikulum dan pembelajaran dengan kebutuhan industri sangat penting,” tambah Menteri Yassierli.
Sebagai ujung tombak penyiapan tenaga kerja terampil, Kemdiktisaintek menempatkan pendidikan vokasi dan politeknik sebagai fokus. Kedua kementerian sepakat memperkuat peran Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di kampus untuk mempermudah transisi lulusan ke dunia industri.
Selain itu, keduanya membahas reformasi kebijakan beasiswa nasional, termasuk optimalisasi dana LPDP agar lebih terarah pada kebutuhan strategis pembangunan ekonomi dan industri. Disepakati pula penguatan program magang internasional bagi mahasiswa Indonesia di negara mitra seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia, sebagai strategi peningkatan daya saing global.
Untuk keberlanjutan kolaborasi, Kemdiktisaintek dan Kemenaker akan membentuk forum rektor–industri–pemerintah. Forum ini berfungsi sebagai wadah untuk menyinergikan kebijakan pendidikan dan ketenagakerjaan agar adaptif terhadap perkembangan zaman. *R103






