Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mendorong perguruan tinggi untuk lebih aktif memperkuat riset terapan dan kolaborasi nyata dengan sektor industri. Langkah ini diperlukan untuk merespons tantangan deindustrialisasi yang dihadapi Indonesia.
Hal itu disampaikan Menteri Brian dalam Kongres V Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) di Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (3/10), yang ia ikuti secara daring.
Menteri Brian menekankan pentingnya riset yang terukur (replicable) dan berorientasi pada skala ekonomi agar inovasi masyarakat lebih terstruktur dan memiliki daya saing pasar. Ia secara khusus mendorong platform yang mendukung pertumbuhan dan daya saing produk lokal.
“Setidaknya kita punya marketplace sendiri yang pro terhadap produk Indonesia,” tegas Menteri Brian.
Kementeriannya menyatakan kesiapan mendukung pendanaan riset, namun dengan satu syarat utama: adanya kepastian hasil riset benar-benar digunakan di dunia industri.
“Dana riset bisa dari kementerian, tapi harus ada jaminan bahwa hasilnya terpakai,” tambahnya.
Dalam konteks pendidikan, Mendiktisaintek menyinggung perlunya memperkuat pendekatan interdisipliner antara bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan sosial humaniora. Menurutnya, penguasaan fundamental STEM harus diimbangi dengan wawasan bisnis, kebijakan, dan aspek sosial agar inovasi lebih cepat masuk ke pasar.
“Mahasiswa teknik perlu juga memahami ekosistem kebijakan dan pasar. Jadi tidak hanya membuat, tapi juga bisa memengaruhi dan mendorong pemanfaatannya,” kata Menteri Brian.
Kongres V FDTI ini berlangsung pada 2 hingga 4 Oktober dan diikuti oleh perwakilan dari 112 perguruan tinggi anggota forum. *R103






