--- / --- 00:00 WITA
Ragam  

Indonesia Peringkat Tiga Dunia Kasus Eksploitasi Seksual Anak Daring

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, memberikan keynote speech terkait perlindungan anak di ruang digital dan bahaya tren konten berbasis AI pada acara PPATK di Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2025).

Lokapalanews.id | Jakarta – Eksploitasi seksual anak (Child Sexual Exploitation/CSE) di ruang digital di Indonesia mencapai angka yang mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan tahun 2024, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dengan catatan 1.450.403 kasus pornografi daring.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital adalah isu publik yang mendesak.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“Komdigi membangun ekosistem digital yang tidak hanya mendorong kreativitas dan pembelajaran, tetapi juga menjamin setiap anak terlindungi dari ancaman dunia digital,” jelas Nezar Patria dalam Multistakeholder Dialogue on Follow the Money: Unmasking Child Sexual Exploitation through Financial Transactions di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2025).

Nezar menyoroti adanya tren baru yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan konten kekerasan seksual anak. Data dari Internet Watch Foundation (IWF) menunjukkan peningkatan tajam konten berbasis AI yang diunggah ke dark web, dari lebih dari 3.500 konten pada Juli 2024 menjadi lebih dari 20.000 konten pada Oktober 2023.

Wamenkomdigi menyatakan tren ini berdampak cukup dalam terhadap kondisi psikologis korban. Oleh karena itu, Komdigi menilai literasi digital dan regulasi AI menjadi kunci perlindungan.

Pemerintah telah mengambil langkah konkret, termasuk penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) dan finalisasi Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional dengan prinsip tata kelola AI berbasis manusia.

Komdigi juga telah menerapkan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN) serta menggiatkan literasi digital yang dapat diakses seluruh masyarakat.

Nezar Patria mengajak semua pihak, termasuk kementerian, lembaga, penyedia jasa keuangan (bank, e-wallet, transfer dana, aset kripto), dan mitra global, untuk berkolaborasi.

Baca juga:  Konflik Timur Tengah Paksa 15 Penerbangan di Bali Batal

“Mari jadikan forum ini sebagai momentum kolaborasi yang lebih kuat. Perlindungan anak di ruang digital adalah investasi bagi masa depan,” katanya. *R103

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."