Lokapalanews.id | Padang – Indonesia saat ini menempati peringkat kedua negara paling rawan bencana di dunia berdasarkan World Risk Report 2024. Fakta ini mendorong pemerintah untuk memperkuat strategi mitigasi, khususnya menghadapi ancaman Megathrust Mentawai.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) di Universitas Andalas (Unand), Senin, 29 September 2025.
“Perguruan tinggi harus menjadi pusat pengembangan ilmu, riset, dan pemberdayaan masyarakat agar bangsa kita tetap tegak dan tangguh menghadapi ancaman megathrust,” tegas Wamen Fauzan.
Ia menekankan perlunya kolaborasi pentahelix yang menyatukan pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, dan media. Program Diktisaintek Berdampak disebut menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk menyalurkan riset dan inovasi yang aplikatif.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan ICDMM 2025 ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan 16 tahun gempa Sumatera Barat dan bertujuan membahas pengurangan risiko bencana.
Sementara itu, Rektor Unand Efa Yonnedi menegaskan komitmen kampus dengan menawarkan program studi Magister Manajemen Bencana dan menjadikan Unand sebagai Center of Excellence di bidang kebencanaan, sejalan dengan arahan kementerian.
Dukungan pembangunan berbasis keamanan juga disampaikan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti. Pihaknya telah membentuk PuSGeN – gabungan akademisi, BMKG, dan BNPB – untuk memastikan evaluasi pembangunan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) di daerah rawan gempa.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, turut hadir dan menekankan pentingnya kemitraan internasional. “Australia sampai saat ini berkomitmen untuk ikut serta membantu dalam kesiapsiagaan terhadap bencana yang terjadi di Asia, terkhusus di Indonesia,” ujarnya.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan mitigasi. Konferensi ICDMM ke-3 di Unand ini juga dihadiri delegasi dari Taiwan, Malaysia, Kroasia, dan Amerika Serikat, memperkuat kerja sama global dalam pengurangan risiko bencana. *R103






