--- / --- 00:00 WITA
Kolom  

Koboi Uang Rp 200 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Lokapalanews.id | Saya ini, kalau lihat orang ceplas-ceplos, bawaannya suka. Apalagi kalau “ceplas-ceplos”-nya itu terbukti tokcer, bukan sekadar gaya-gayaan.

Kemarin, saya dengar cerita dari Said Abdullah, Ketua Banggar DPR. Anda tahu kan, Said ini orangnya blak-blakan. Dia bicara soal gaya kepemimpinan Menteri Keuangan kita, Purbaya Yudhi Sadewa.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Kata Said, gaya Menkeu itu seperti “koboi”. Berani, tidak banyak basa-basi.

Saya tersenyum. Koboi? Di tengah ketatnya kebijakan uang? Wah, menarik!

Apa jurus koboi yang dimaksud Said? Ini dia yang bikin heboh perbankan: dana negara Rp 200 triliun digelontorkan ke lima bank mitra.

Itu uang besar, lho. Bukan receh.

Lewat sebuah Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025, Purbaya langsung tok! Uang masuk ke BRI, BNI, Bank Mandiri (masing-masing Rp 55 T), BTN (Rp 25 T), dan BSI (Rp 10 T).

Bayangkan, dalam sehari, sistem perbankan kita kebanjiran likuiditas.

Menkeu Purbaya ngotot: uang ini harus segera disalurkan. Wajib untuk menggerakkan sektor riil. Petani, pedagang, pabrik, semua harus kena dampak positifnya.

Dan, ada satu larangan keras: tidak boleh dipakai buat beli SBN (Surat Berharga Negara). Tegas! Menutup celah main aman bank.

Kenapa Jurus Ini “Tokcer”?

Said Abdullah bilang, dalam sebulan terakhir, jurus koboi ini terbukti berhasil melonggarkan likuiditas perbankan.

Anda tahu sendiri, uang ketat itu membuat bank sulit kasih kredit. Semua serba hati-hati. Akhirnya, ekonomi jadi seret.

Dengan suntikan Rp 200 T ini, bank punya nafas baru. Cairan tersedia. Mereka didorong, bahkan diwajibkan, untuk menyalurkannya jadi kredit.

Logikanya sederhana: kalau uang berputar, ekonomi bergerak.

Baca juga:  Catur dan Pingpong Masalah Kita

Efek lanjutannya apa? Suku bunga SBN (Surat Berharga Negara) tahun depan bisa ditekan lebih rendah.

Saat suku bunga SBN rendah, biaya utang APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) juga akan ikut turun. Win-win solution!

Said Abdullah optimistis, gaya koboi ini bisa menjaga likuiditas.

Saya selalu percaya, di masa sulit, kita butuh pemimpin yang berani ambil keputusan tidak biasa. Tidak sekadar ikut arus.

Gaya “koboi” Menkeu Purbaya, yang dinilai ceplas-ceplos tapi bertanggung jawab, telah memutus lingkaran setan uang ketat. Dia tidak pakai lelang, dia tentukan bunga 80,476% dari BI 7-DRR Rate. Semua demi kecepatan dan efektivitas.

Keberanian mengambil risiko yang terukur, itulah yang membedakan.

Semoga keberanian ini terus berlanjut. Bukan hanya uangnya yang cair, tapi juga ide-ide segarnya. Agar ekonomi kita tidak hanya sehat, tapi juga bergerak kencang, seperti lari kuda koboi di padang rumput yang luas. *yas

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."