--- / --- 00:00 WITA
Kolom  

Api Rumput Kering Itu

Ilustrasi api kecil yang membakar rumput kering, melambangkan fitnah yang cepat menyebar namun akan padam dengan sendirinya.

Lokapalanews.id | Saya teringat masa kecil. Dulu, kami sering bermain di lahan kosong belakang rumah. Lahan itu selalu ditumbuhi rumput liar. Di musim kemarau, rumput itu mengering. Kuning. Kering kerontang.

Iseng-iseng, kami suka membakarnya.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Percikan api kecil saja bisa langsung membesar. Api menjalar cepat, melahap semua yang kering. Kami teriak-teriak. Takut. Panik. Tapi anehnya, tak butuh waktu lama, api itu padam sendiri. Yang tersisa hanya abu hitam. Rumput kering itu habis tak berbekas.

Pengalaman itu kembali terlintas di benak saya beberapa hari belakangan.

Saya tiba-tiba dituduh macam-macam. Ada yang bilang saya rajin menjelekkan lembaga di media sosial. Ada lagi yang bilang saya menyebarkan berita aneh-aneh.

Saya kaget. Bukan karena tuduhannya, tapi karena tahu betul saya tidak pernah melakukan itu. Saya memang mengkritik, tapi saya melakukannya terbuka, bukan sembunyi-sembunyi. Saya coba tantang mereka. “Tunjukkan. Akun media sosial mana yang saya pakai?” Ternyata, yang mengatakan itu tidak punya akun media sosial. Logika saya langsung bekerja. Kalau dia tidak punya akun, bagaimana dia bisa tahu saya “menjelekkan” di sana?

Jelas, ada pihak lain yang membisikkan cerita. Mereka yang merasa terganggu dengan kritik saya. Kritik soal kebijakan yang arogan, dugaan korupsi, dan kelakuan ugal-ugalan.

Saya tidak lantas marah-marah. Fitnah itu persis seperti rumput kering yang saya bakar dulu. Apinya cepat menyala. Menyebar. Membuat orang lain panik. Tapi, karena tidak punya akar, tidak punya dasar, apinya cepat pula padam.

Ia hanya sekadar abu yang mudah ditiup angin.

Kita sering kali cemas. Gelisah. Saat kebenaran kita dipertanyakan. Saat reputasi kita diusik. Tapi, percayalah, kebenaran itu memang lambat, tapi tidak pernah ingkar janji. Ia pasti datang.

Baca juga:  Suku Bunga The Fed Pangkas Nilai Aset Kripto

Yang kita butuhkan hanya satu: kesabaran. Dan biarkan rumput kering itu terbakar dengan sendirinya, hingga hanya menyisakan debu. *yas

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."