Lokapalanews.id | Jakarta – Mitos bahwa galon air berbahan polikarbonat (PC) berbahaya bagi kesehatan karena kandungan Bisphenol A (BPA) dibantah oleh pakar Institut Teknologi Bandung (ITB). Peneliti ITB Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D. justru menemukan fakta sebaliknya, bahwa kadar BPA pada galon guna ulang yang telah lama dipakai justru lebih rendah dan tidak membahayakan. Penelitian ini sekaligus meluruskan kekeliruan yang selama ini beredar di masyarakat.
Dilansir InfoPublik.id, temuan dari Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB, Akhmad Zainal Abidin, menyoroti logika yang keliru seputar keamanan galon. “BPA paling banyak itu kapan? Ya saat galon itu baru,” ujarnya. Menurutnya, sisa kimia pembentuk plastik lebih banyak tersisa pada galon baru. Sebaliknya, galon yang telah lama digunakan dan melalui banyak siklus pemakaian memiliki kadar kimia yang jauh lebih sedikit, sehingga membuatnya lebih aman. Pernyataan ini sekaligus meluruskan informasi yang menyesatkan publik.
Para ahli medis juga menguatkan temuan tersebut. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Muhammad Alamsyah Aziz, menjelaskan bahwa batas aman migrasi BPA yang ditetapkan pemerintah adalah 0,06 mikrogram per kilogram. Kandungan BPA dalam kemasan pangan jauh di bawah ambang batas ini, bahkan menurut penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat. Ia menegaskan, tubuh manusia punya kemampuan untuk mengeluarkan BPA melalui metabolisme.
Pakar teknologi plastik, Dr. Wiyu Wahono, menambahkan, standar keamanan serupa berlaku di Eropa. Ia menyebutkan, dampak BPA hanya akan terasa jika seseorang mengonsumsi air dalam jumlah yang tidak wajar, seperti 48 liter per hari secara konsisten. Hal ini mengukuhkan bahwa paparan BPA dari galon guna ulang sangat minim dan tidak signifikan bagi kesehatan.
Di sisi industri, Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) menjamin pengawasan ketat terhadap galon. Setiap galon yang kembali ke pabrik akan diperiksa dan jika tidak memenuhi standar fisik atau kebersihan, akan langsung dimusnahkan. Prosedur ini memastikan produk yang sampai ke konsumen dalam kondisi prima dan aman.
Temuan ilmiah, penegasan medis, dan praktik industri yang bertanggung jawab ini menciptakan jaminan keamanan komprehensif bagi masyarakat terkait penggunaan galon guna ulang. *R104






