--- / --- 00:00 WITA

Kemendikdasmen Targetkan 233 Ribu Guru PAUD Raih Gelar S1

Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF), Direktorat Jenderal GTK, PG Suparto saat berdialog dengan media di Mercure Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/9/2025). Ia menjelaskan target Kemendikdasmen untuk meningkatkan kualifikasi guru PAUD melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen meningkatkan kualitas guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini bertujuan membantu guru yang belum memiliki gelar sarjana (S1) untuk memenuhi kualifikasi akademik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF), PG Suparto, mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 233.818 guru, dari jenjang PAUD hingga menengah, yang belum bergelar S1. Sebagian besar dari jumlah tersebut berada di TK formal (99.725) dan Pendidikan Kesetaraan (88.999).

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Menurut Suparto, pemenuhan kualifikasi S1 ini penting untuk meningkatkan kompetensi guru, baik dalam aspek akademik, pedagogik, sosial, maupun profesional. “Mutu guru sangat menentukan mutu pembelajaran, dan pada akhirnya kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya dalam dialog dengan media di Jakarta, dilansir InfoPublik.id, Jumat (19/9/2025).

Program RPL memiliki dua kategori: afirmasi dan reguler. Program afirmasi diperuntukkan bagi guru berusia 47–55 tahun yang memiliki pengalaman mengajar panjang. Mereka bisa mendapatkan pengakuan setara 70% dari total SKS, sehingga cukup menempuh dua semester untuk meraih gelar S1.

Sementara itu, program reguler ditujukan untuk guru di bawah 47 tahun. Kelompok ini bisa mendapatkan pengakuan sekitar 50% dari total SKS dan membutuhkan waktu 3–4 semester. Kedua skema ini dirancang fleksibel agar guru tetap bisa mengajar.

Pada tahun 2025, Kemendikdasmen menargetkan 12.510 guru akan mengikuti program ini. Pemerintah juga menargetkan hingga tahun 2028, sebanyak 98.034 guru telah berhasil menuntaskan pendidikan S1. Target ini didukung kerja sama dengan 91 perguruan tinggi penyelenggara program RPL.

Baca juga:  EVOS Legends Balas Dendam, Taklukkan RRQ Hoshi 2-1 di MPL ID Season 16 Week 7

Suparto menekankan bahwa peningkatan kualifikasi guru PAUD adalah investasi strategis karena 80% perkembangan otak anak terjadi sebelum usia 6 tahun. Guru PAUD yang berkualitas akan memberikan stimulasi yang tepat sehingga anak tumbuh dengan keterampilan yang kuat. *R104

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."