Lokapalanews.id | Yogyakarta – Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) sukses meluncurkan sistem digital “SampahASRI” untuk mengubah cara kerja Bank Sampah ASRI di Kelurahan Demangan, Gondokusuman. Inisiatif ini menjadi langkah nyata UNRIYO dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berkelanjutan di perkotaan Yogyakarta.
Sebelumnya, Bank Sampah ASRI yang sudah beroperasi lebih dari lima tahun masih mengandalkan pencatatan manual di buku. Proses ini sangat memakan waktu, bisa sampai 20 menit per transaksi, rawan kesalahan, dan kurang transparan. Untuk mengatasi masalah ini, tim UNRIYO yang dipimpin oleh Indra Listiawan, S.T., M.C.S., dari Program Studi Teknologi Informasi, mengembangkan solusi berbasis web yang efisien.

“Aplikasi SampahASRI dirancang untuk memecahkan masalah dasar yang ada di bank sampah. Dengan sistem digital ini, waktu transaksi bisa dipangkas dari 20 menit menjadi hanya 3 menit. Akurasi data meningkat 100%, dan anggota bisa memantau saldo mereka secara langsung melalui dashboard pribadi,” ujar Indra Listiawan.
Program yang berlangsung selama enam bulan, dari Juni hingga November 2025, tidak hanya fokus pada teknologi. Tim UNRIYO juga memberikan pelatihan intensif kepada pengelola dan edukasi tentang ekonomi sirkular kepada para anggota. Dua pengelola utama, Ibu Miyati dan Ibu Menik, dilatih untuk mengoperasikan aplikasi, sementara 25 anggota bank sampah mendapatkan pemahaman baru tentang nilai tambah dari sampah yang mereka pilah.
“Selama ini kami hanya melihat sampah sebagai barang yang bisa dijual untuk mendapatkan uang tunai. Melalui pelatihan ini, kami jadi mengerti konsep ekonomi sirkular dan bagaimana sampah bisa menjadi bahan baku bernilai untuk produk daur ulang,” kata Ibu Miyati, salah seorang pengelola Bank Sampah ASRI.
Keberhasilan program ini terlihat dari beberapa indikator utama, seperti efisiensi waktu layanan meningkat hingga 85%, partisipasi anggota naik drastis dari 20% menjadi 76%, skor pemahaman tentang ekonomi sirkular bertambah 33 poin.
Selain meluncurkan aplikasi, program ini juga menghasilkan artikel ilmiah, video dokumenter, dan modul pelatihan yang bisa dipakai ulang oleh bank sampah lain.
Ke depannya, UNRIYO berencana untuk menerapkan model serupa di bank sampah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Kami juga akan menambahkan fitur yang lebih canggih, seperti integrasi dengan payment gateway dan notifikasi otomatis. Kolaborasi dengan UMKM daur ulang juga akan kami tingkatkan untuk menciptakan rantai nilai yang berkelanjutan,” tutup Indra.
Kegiatan ini melibatkan dosen dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Indra Listiawan dan Zaidir (Teknologi Informasi) serta Andre Kusuma Adiputra (Akuntansi). Dua mahasiswa juga ikut berkontribusi dalam pendampingan masyarakat. Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). *R101






