Lokapalanews.id | Hong Kong – Pemerintah Indonesia gencar mencari investor strategis di forum internasional untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029. Melalui forum Belt and Road Summit di Hong Kong, Indonesia menawarkan peluang investasi di Proyek Strategis Nasional (PSN) yang disinergikan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tujuannya untuk mendorong pembangunan infrastruktur, menciptakan lapangan kerja, dan alih teknologi.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mencontohkan keberhasilan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Proyek ini dioperasikan oleh BUMN, telah melayani 11 juta penumpang, menyerap 90% tenaga kerja lokal, dan menjadi simbol kerja sama Indonesia-Tiongkok.
Menurut Ferry, saat ini ada enam PSN signifikan dengan total investasi Rp649,49 triliun, sebagian besar berasal dari Tiongkok. Proyek-proyek ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membawa manfaat nyata seperti penciptaan lapangan kerja, pengembangan wilayah, serta pertumbuhan perdagangan dan investasi.
“Kami mengundang mitra dari Hong Kong, Tiongkok, dan negara Belt and Road Initiative (BRI) lainnya untuk berinvestasi di kawasan industri, energi terbarukan, dan infrastruktur digital,” ujar Ferry dalam forum yang dihadiri lebih dari 6.000 peserta dari 76 negara dan wilayah ini. *R103






