--- / --- 00:00 WITA

Gaet Pasar Tiongkok, Pariwisata Indonesia Gencar Berpromosi

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, sedang memberikan pidato di atas panggung acara Wonderful Indonesia Business Matching (WIBM) di Beijing, Tiongkok.

Lokapalanews.id | Beijing – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menggencarkan promosi pariwisata di pasar Tiongkok melalui acara Wonderful Indonesia Business Matching (WIBM) di Beijing. Tiongkok menjadi target utama karena berada di peringkat keempat negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia pada 2024. WIBM ini diharapkan bisa mendongkrak target kunjungan turis Tiongkok hingga 1,35 juta orang pada 2025.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan, WIBM merupakan wujud implementasi program “Pariwisata Naik Kelas” yang fokus pada kerja sama strategis global. “Kami ingin memastikan transformasi pariwisata Indonesia tidak hanya di dalam negeri, tapi juga tercermin dari kemitraan global,” ujarnya di Beijing, Minggu (14/9/2025).

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Dalam acara ini, 22 pelaku industri pariwisata Indonesia, mulai dari hotel, agen perjalanan, hingga maskapai, bertemu dengan mitra Tiongkok. Hasilnya, tercipta potensi 12.984 kunjungan dengan perkiraan devisa mencapai Rp254,5 miliar (US$ 15,4 juta).

Selain promosi, acara ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan bilateral, bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok. Bersamaan dengan WIBM, Kemenpar juga menggelar Tourism Investment Meeting untuk menarik investasi dari Tiongkok. Pada 2024, Tiongkok tercatat sebagai negara penyumbang investasi pariwisata terbesar dengan nilai Rp540 miliar.

Kemenpar juga meluncurkan kampanye global #GoBeyondOrdinary yang mengajak wisatawan untuk tidak hanya menikmati keindahan alam Indonesia, tetapi juga merasakan kekayaan budaya dan pengalaman otentik. *R104

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Baca juga:  Sinergi Lintas Sektor Dorong Transformasi Pariwisata Bahari Berkelanjutan