--- / --- 00:00 WITA
Hukum  

Gembong Narkoba Freddy Pratama Terpukul! 101 Kg Sabu Gagal Edar

Puluhan bungkus sabu seberat 101,6 kilogram beserta ribuan butir ekstasi yang berhasil disita oleh kepolisian Kalsel, ditumpuk di atas meja sebagai barang bukti, menunjukkan keberhasilan operasi besar pemberantasan narkoba.

Lokapalanews.id | Banjarmasin – Jaringan narkoba gembong internasional Freddy Pratama kembali mendapat pukulan telak. Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil menggagalkan peredaran 101,6 kilogram sabu yang terafiliasi dengan sindikat tersebut. Pengungkapan ini menjadi yang terbesar sepanjang 2025 di wilayah Kalsel, sekaligus meringkus 60 tersangka.

Operasi besar-besaran yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel ini tidak hanya menyita sabu, tetapi juga mengamankan 11.973 butir ekstasi serta 134 gram serbuk ekstasi. Dari total 60 tersangka yang ditangkap, salah satunya adalah seorang perempuan.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Kapolda Kalsel, Irjen. Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari 45 laporan polisi yang sedang ditangani, dan semuanya terhubung dengan jaringan Freddy Pratama yang hingga kini masih menjadi buron.

Jaringan ini terorganisir lintas provinsi, memanfaatkan jalur darat dan laut untuk menyelundupkan narkoba. Barang haram tersebut diselundupkan dari berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat, Semarang, Banjarmasin, Aceh, Medan, Jakarta, hingga Makassar. Kalsel dijadikan sebagai area transit sebelum narkoba didistribusikan ke daerah lain.

Kapolda juga menyoroti fakta bahwa Kalsel termasuk dalam empat besar daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk memberantas peredaran narkoba demi menciptakan generasi muda yang sehat dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. *R101

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Baca juga:  Dendam Sewa Mobil, Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu